Berita

“Nandur Opo Sing Dipangan Lan Mangan Opo Sing Ditandur”

Senin Kliwon, 30 November 2020 16:07 WIB 454

foto
Kegiatan Pengembangan Lumbung Mataraman

              Kemandirian dan kedaulatan pangan merupakan bagian penting dari perjalanan sejarah masyarakat Indonesia. Dalam konteks lokal kemandirian  pangan ditangkap dengan karakter kearifan lokal dan tetap relevan dengan semangat keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Masyarakat Jawa, khususnya Yogyakarta sejak zaman dulu sudah menerapkan tradisi pertanian “nandur opo sing dipangan lan mangan opo sing ditandur” atau istilah globalnya “grow what you eat and eat what you grow” dalam rangka memenuhi ketersediaan pangan mulai dari tingkat rumah tangga. Salah satu caranya melalui pemanfaatan lahan pekarangan.

             Pemanfaatan lahan pekarangan untuk ditanami tanaman kebutuhan keluarga sudah menjadi tradisi sejak lama di kehidupan masyarakat desa, dan beberapa tahun yang lalu mulai dikembangkan kembali oleh Pemerintah dan pemerhati masalah pertanian. Lahan pekarangan memiliki multiguna, karena dari lahan yang relatif sempit ini, dapat menghasilkan bahan pangan seperti umbi-umbian, sayuran, buah-buahan; bahan tanaman rempah dan obat; serta bahan pangan hewani yang berasal dari unggas, ternak kecil maupun ikan. Manfaat yang diperoleh dari pengelolaan pekarangan antara lain untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan gizi keluarga, menghemat pengeluaran dan dapat memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga.

           Berdasarkan kondisi-kondisi di atas, diangkatlah kegiatan “PENGEMBANGAN LUMBUNG MATARAMAN” dengan menggunakan anggaran khusus Dana Keistimewaan Tahun 2020 untuk menghidupkan kembali tradisi pertanian di Yogyakarta yaitu memanfaatkan lahan pekarangan rumah tangga untuk menyediakan kebutuhan pangan dengan prinsip: kemandirian pangan, diversifikasi pangan berbasis sumber pangan lokal, pelestarian sumber daya genetik pangan, dan kebun bibit. Melalui pemberian motivasi dan pelatihan SDM KWT ataupun Bimtek Lumbung Mataraman diharapkan masyarakat dapat memperbaiki pola pikirnya.

            Konsep pertanian berkelanjutan di pekarangan merupakan rancangan untuk sungguh-sungguh memberdayakan masyarakat. Selain sebagai sarana untuk meningkatkan pendapatan keluarga, konsep pertanian berkelanjutan melalui Lumbung Mataraman ini akan menjawab tantangan dan menjadi solusi bagi isu keamanan pangan, peran perempuan, budidaya yang ramah lingkungan (environmentally friendly), dan terutama dalam usaha untuk mengatasi kerawanan pangan dan mengentaskan kemiskinan.

            Kegiatan Pengembangan Lumbung Mataraman ini bertujuan mewujudkan Lumbung Mataraman untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga serta masyarakat secara berkelanjutan (lestari) melalui budidaya pertanian terpadu berbasis lahan pekarangan rumah tangga, mengembangkan sumber bibit untuk menjaga keberlanjutan pemanfaatan lahan pekarangan dan melakukan pelestarian tanaman pangan lokal, membantu mengatasi masalah kerawanan pangan dan kemiskinan serta mengembangkan cadangan pangan masyarakat berbasis pangan lokal.

            Sasaran yang ingin dicapai Kegiatan Pengembangan Lumbung Mataraman ini adalah berkembangnya kemampuan keluarga dan masyarakat secara ekonomi dan sosial, dalam memenuhi kebutuhan pangan dan gizi secara lestari, pangan yang berkualitas, sesuai dengan Pola Pangan Harapan, menuju keluarga dan masyarakat yang mandiri dan sejahtera,  melalui pemberian bantuan untuk 4 (empat) kelompok tani/wanita tani,  yang berada di 4 kecamatan se Kabupaten Bantul.

            Adapun untuk kegiatan Bimbingan Teknis Lumbung Mataram telah dilaksanakan pada tanggal 21-22 September 2020 bertempat di RM. Parangtritis, Sewon, Bantul yang diikuti oleh 20 orang peserta yang terdiri dari 4 (empat) orang pengurus dan 1 (satu) pendamping kelompok dari 4 (empat) KWT penerima kegiatan Pengembangan Lumbung Mataraman tahun 2020 yaitu

  1. KWT Wigati Muneng, Tirtohargo, Kretek
  2. KWT Sumber Rejeki, Muntuk, Muntuk,  Dlingo
  3. KWT Rahayu, Jurug, Bangunharjo, Sewon
  4. KWT Karya Boga, Dukuh, Sabdodadi, Bantul.

            Pelaksanaan kegiatan Pengembangan Lumbung Mataraman secara keseluruhan telah berjalan dengan baik. Monitoring dan evaluasi telah dilaksanakan oleh Tim Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul.

            Keempat KWT penerima kegiatan telah melaksanakan program berupa rumah bibit, demplot, pertanaman ke anggota, pasca panen dan pemasaran. Pelaksanaan program berjalan lancar, baik secara teknis maupun administrasi. Beberapa kendala terjadi selama pelaksanaan kegiatan, namun masing-masing KWT dapat mengatasi permasalahan yang ada. Hal ini menunjukkan bahwa Kelompok Wanita Tani penerima kegiatan memiliki kemauan dan kemampuan untuk menjadikan program ini terus berkembang secara berkelanjutan.