Berita

Inovasi Dan Kolaborasi, Upaya Tingkatkan Kapasitas Usaha Kelautan Dan Perikanan Di Kabupaten Bantul

Kamis Wage, 13 Februari 2020 08:18 WIB 15

foto
Bupati Bantul, Drs. H. Suharsono menerima kunjungan kerja dari Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta yang diwakilkan oleh Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, KGPAA Paku Alam X di di Pokdakan Mina Lestari, Desa Wirokerten, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul. (Foto : Humas Pemda DIY)

                 Pada Selasa, 11 Februari 2020 kemarin, bertempat di Pokdakan Mina Lestari, Desa Wirokerten, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Bupati Bantul, Drs. H. Suharsono menerima kunjungan kerja dari Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta yang diwakilkan oleh Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, KGPAA Paku Alam X.

                Acara diawali dengan tebar benih ikan wader dan nilem di perairan umum setempat. Kemudian dilanjutkan dengan tebar benih ikan nila di kolam budidaya serta peluncuran Micro - Bubble Generator (MBG) yang merupakan alat aerasi yang berfungsi untuk memperbaiki kualitas air pada kolam budidaya ikan/ udang.

                Bupati Bantul, Drs. H. Suharsono dalam sambutan selamat datangnya menyampaikan bahwa upaya peningkatan kapasitas usaha kelautan dan perikanan sangatlah penting, karena hal ini menentukan perkembangan dan kemajuan usaha tersebut.

                Berbicara  mengenai perikanan budidaya di Kabupaten Bantul dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang wilayahnya tidak luas,  maka  penggunaan  teknologi  untuk meningkatkan  produktivitas  menjadi kebutuhan  penting.    Budidaya ikan saat ini  tidak  dibatasi  dengan  lahan, artinya sepanjang ada air, sesempit apapun lahan, maka dengan teknologi dan pemilihan komoditas,  budidaya ikan dapat dilakukan.   Oleh sebab itu Kabupaten Bantul sebagai Kabupaten yang berada di hilir dari Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki kegiatan unggulan, yaitu budidaya ikan lele Matlair  (hemat lahan dan air)  dan pengembangan ikan hias.

                Keterbatasan lahan  juga yang  mengharuskan  budidaya ikan  di Bantul dan Daerah Istimewa Yogyakarta harus kolaboratif.   Budidaya ikan dapat dikolaborasikan dengan budidaya komoditas lain, seperti ikan dan padi (minapadi), udang dan padi (ugadi),  mina kelapa , mina pisang dan bentuk-bentuk kolaborasi lain yang  tujuan akhirnya adalah produktivitas lahan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

                Dalam sambutan Gubernur DIY yang dibacakan oleh Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, KGPAA Paku Alam X, beliau menyampaikan bahwa saat ini sektor perikanan masih sangat potensial untuk dikembangkan sebagai penggerak utama perekonomian bangsa, dengan memperhatikan metode, konsep dan teknologi perikanan khususnya untuk budidaya ikan hias dan konsumsi. Beliau berpesan kepada seluruh pembudidaya untuk terus melakukan perkembangan dalam teknologi benih, inovasi wadah dan teknologi pengendali penyakit ikan dan lingkungan.

Sumber : Humas Pemda DIY, Humas Pemda Bantul