Berita

Pelestarian Burung Hantu Jenis Tyto Alba Mampu Selamatkan Tanaman Padi dari serangan Tikus Sawah di Kecamatan Sedayu

Selasa Pahing, 29 Oktober 2019 16:00 WIB 115

foto
Plt. Diperpautkan Bantul, Ir. R. Bambang Pin Erwanta, MM bersama Kementerian Lingkungan Hidup, Kepala BPTP DIY, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul, Koordinator POPT Kabupaten Bantul serta Regu Perlindungan Tanaman (RPT) Kecamatan Sedayu dalam acara peresmian “Kegiatan Karantina Burung Hantu Jenis “Tyto alba” di Kelompok Tani Boga Lestari, Samben Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul. (Foto : Taufik P)

            Kamis (24/10/2019) Bapak Ir. R. Bambang Pin Erwanta, MM, selaku Plt. Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kabupaten Bantul menghadiri peresmian “Kegiatan Karantina Burung Hantu Jenis “Tyto alba” di Kelompok Tani Boga Lestari, Samben Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul. Kegiatan ini dihadiri oleh Kementerian Lingkungan Hidup, Kepala BPTP DIY, Plt. Kepala DPPKP Kabupaten Bantul, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul, Koordinator POPT Kabupaten Bantul, Muspika Kecamatan Sedayu, Kepala UPTD Kabupaten Bantul, Lurah Desa Argomulyo, Ketua Gapoktan Se-Kecamatan Sedayu, Kelompok Tani Boga Lestari Samben Argomulyo Sedayu dan Regu Perlindungan Tanaman (RPT) Kecamatan Sedayu . Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menyelamatkan kerusakan pada tanaman padi akibat serangan hama tikus dengan pemanfaatan musuh alaminya yaitu Tyto alba.

            Koordinator POPT Kabupaten Bantul, Bapak Ir. Widodo, S.P. MSc. menjelaskan bahwa untuk mengendalikan tikus diperlukan suatu upaya pengendalian yang terintegrasi. “Trap Barier System (TBS), Rumah Burung Hantu (Rubuha) dan Kegiatan Karantina” merupakan satu paket kegiatan sebagai upaya pengendalian tikus di Sedayu. TBS berfungsi untuk menangkap tikus untu memberi makan Tyto Alba yang ada di karantina. Rumah burung hantu (Rubuha) untuk memberikan hunian sementara atau hunian tetap ketika Tyto alba memisahkan diri dari induknya yang hidup liar. Kegiatan karantina sebagai upaya pelestarian Tyto alba. Karena secara biologi, sifat induk Tyto alba setelah telurnya menetas adalah hanya menyediakan makanan tetapi tidak mau menyuapi anaknya. Hal ini menyebabkan anakannya banyak yang mati. Fungsi utama kegiatan karantina ini adalah memelihara anakan Tyto alba yang tidak diperlihara induknya. Selain itu untuk menerima aduan dan merawat burung-burung yang sakit  yang telah diserahkan kepada RPT (Regu Perlindungan Tanaman). Apabila sudah sembuh akan di lepas ke habitat alam. Intinya kegiatan ini merupakan upaya untuk menyelamatkan kerusakan tanaman padi dari serangan tikus dengan menggunakan cara yang ramah terhadap lingkungan, produk pertanian  petani aman dan melestarikan populasi Tyto alba sebagai musuh alami Tikus. 

            Bapak Ir. R. Bambang Pin Erwanta, MM, selaku Plt. Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kabupaten Bantul, dalam sambutan beliau, menyampaikan bahwa  kegiatan satu paket ini sangat bermanfaat bagi kita semua terutama dalam upaya pengendalian hama tikus di Kecamatan Sedayu. Kami sangat memberikan apresiasi pada kegiatan ini karena mampu mengendalikan hama tikus tanpa menimbulkan efek samping yang merugikan bagi lingkungan. Ini merupaka suatu inspirasi pengendalian khusunya bagi warga Bantul, dan masyarakat luas pada umumnya. Kami ucapkan terimakasih pada semua pihak yang telah berpartisipasi atas terselenggaranya kegiatan ini.

           Harapannya dengan adanya upaya pengendalian hama tikus terintegrasi ini yang terdiri dari “Trap Barier System (TBS), Rumah Burung Hantu (Rubuha) dan Kegiatan Karantina” mampu menyelamatkan produksi padi dengan ramah lingkungan. (DN)