Berita

Gerakan Panen Padi di di Kelompok Tani Sedyo Makmur, Polaman, Argorejo, Sedayu, Bantul

Selasa Pahing, 11 Juni 2019 16:13 WIB 153

foto
Bapak Bupati Bantul, Drs. H. Suharsono, memperagakan panen padi dengan menggunakan Combain Harvestter (foto : Taufik P)

             Dalam rangka Kegiatan Peningkatan Produksi Pertanian/ Perkebunan Berkelanjutan Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul menggelar acara Gerakan Panen Padi pada Selasa, 11 Juni 2019 bertempat di Kelompok Tani Sedyo Makmur, Bulak Balong, Dusun Polaman, Desa Argorejo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul.

            Acara Gerakan Panen Padi dihadiri oleh Bapak Bupati Bantul, Drs. H. Suharsono, yang dalam kesempatan ini beliau memperagakan panen padi dengan menggunakan Combain Harvestter yang merupakan bagian dari pertanian modern di Bantul.

            Acara ini juga dihadiri oleh para pejabat dari BPTP DIY ( Dr. Arlyna Budi Pustika),  dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan  DIY (Ir. Yektining Rahajeng, MP), Bulog DIY, unsur TNI, BPS Bantul, Camat Sedayu beserta Muspika Kecamatan Sedayu serta Lurah Desa Argorejo beserta perangkatnya.

            Pada acara panen ini Ketua Kelompok Tani Sedyo Makmur menyampaikan laporan hasil ubinan dengan hamparan seluas 23 ha di Bulak Balong provitasnya mencapai 75,2 kw/ ha GKP untuk varietas Situ Bagendit dan Ciherang. Pola tanam menggunakan pola padi,pari pantun.  Panen kali ini memang menurun dikarenakan kekurangan air dan serangan hama sundep dan wereng coklat, berbeda dengan panenan mina padi yang lalu mencapai ubinan 91.3 kwintal /ha. Walaupun demikian, semoga petani bantul tetap semangat dan antusias untuk memajukan pertanian di Bantul.

            Terkait dengan persoalan-persoalan yang disampaikan petani, Kepala Diperpautkan Bantul, Ir. Pulung Haryadi, M.Sc memberikan arahan dan solusinya.

            Pada acara Gerakan Panen Padi di Kelompok Tani Sedyo Makmur juga dikenalkan alat mesin pertanian Combain Havester dengan harapan  dapat menarik para petani muda sebagai petani-petani yang handal kedepannya.

            Panen raya kali ini juga dimeriahkan dengan tradisi potong tumpeng ingkung jawa (wiwitan) sebagai ajang nguri-uri kabudayan jawi. (RtI)