Berita

Pengendalian Hama Tikus Menggunakan Metode Trap Barrier System (TBS) Di Kelompok Tani Maju Balong Kidul Potorono Banguntapan Bantul

Kamis Pahing, 28 Maret 2019 15:17 WIB 66

foto
Para Peserta pelatihan sedang memasang pagar TBS (foto : DN)

Tikus sawah merupakan salah satu hama utama pada tanaman padi (Oryza Sativa). Tikus menyebabkan kerusakan dari stadia tumbuh hingga generatif, bahkan merupakan hama pasca panen. Di Kelompok Tani Maju Balong Kidul Potorono Banguntapan, upaya pengendalian hama tikus sudah dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya adalah menggunakan emposan dan gropyokan.

Mengingat pengendalian hama tikus tidak mudah, maka pengendalian secara terpadu perlu dilakukan. Untuk itu Bidang Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan memperkenalkan metode pengendalian hama tikus yang belum pernah dilakukan sebelumnya di Kecamatan Banguntapan yaitu Trap Barrier System (TBS).

Metode TBS merupakan teknik pengendalian tikus sawah yang terbukti efektif. Prinsip kerja TBS adalah menarik tikus dari lingkungan sekitar sejak awal musim tanam, disebabkan adanya perbedaan umur tanaman perangkap yang ditanam 3 minggu lebih awal dari tanaman padi di sekitarnya. Metode ini memerlukan komponen yang meliputi tanaman perangkap, pagar plastik TBS, dan bubu perangkap.

Pelatihan TBS ini dilaksanakan selama tiga hari  mulai Selasa, Rabu dan Jumat tanggal 26, 27 dan 29 Maret 2019.  Narasumber pelatihan ini Kepala DPPKP Kabupaten Bantul, Dosen Fakultas Pertanian UGM, Kabid TPHBun, Kasi Perbenihan dan Perlindungan, Koordinator POPT, POPT Kecamatan, BPTP Yogyakarta, Ka UPT LPHP Gesikan, dan Penyuluh (THL) Kecamatan Setempat.

Diharapkan dengan adanya pengendalian dengan metode TBS ini, mampu menekan populasi tikus sehingga produksi padi bisa meningkat. (DN)