Berita

Soft Opening Sentra Pemasaran Olahan Ikan Inkubator Mina Bisnis (Imbis) Projo Mino “Macao”

Rabu Pon, 27 Februari 2019 15:08 WIB 493

foto
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Ir. Bayu Mukti Sasongko M, M.Si Hadir Saat Soft Opening Sentra Pemasaran Imbis Projo Mino “Macao”. (foto : rozi)

                Soft opening merupakan upaya untuk mengenalkan bahwa restoran akan segera buka dan siap untuk melayani konsumen. Tujuannya adalah sebagai review ataupun sebagai sarana berlatih karyawan dalam melayani konsumen secara langsung. Melalui kegiatan soft opening, mereka akan belajar mengenai prosedur dan cara praktik terbaik untuk mengetahui kesiapan sistem usaha apakah sudah dilakukan secara efisien ataupun masih membutuhkan penyempurnaan. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Ir. Bayu Mukti Sasongka, M.Si beserta Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran (P2HP) DKP DIY, Ir. Endang Supraptiningsih berkenan hadir di acara soft opening Sentra Pemasaran Olahan Ikan Inkubator Mina Bisnis Projo Mino di Jl. Kaliurang Km 14, Besi, Ngaglik, Sleman, DIY pada Kamis 14 Februari 2019. Hadir pula Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP DIY, Ir. Dwijo Priyanto BS, MMA dan Kasi Pengembangan Perikanan Tangkap, Ir. Titik Watyandari, M.Si serta staff dari Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (Diperpautkan) Kabupaten Bantul.

                Sebagai sentra pemasaran hasil olahan kelautan dan perikanan yang berkonsep coffe shop, food, dan coworking space, Warung Angkring Macao IMB berupaya menyediakan anekaolahan ikan yang berasal dari Pantai Sadeng Gunungkidul DIY. Ibaratnya, pengunjung akan dibawa menikmati hidangan ikan laut yang dihasilkan oleh nelayan Pantai Sadeng dengan lokasi yang berbeda yakni di kaki Gunung Merapi. Coworking space adalah cara bekerja dengan tempat kerja yang saling berbagi dengan kegiatan independen. Oleh karena itu, Imbis Projo Mino “Macao” juga menyediakan aula pelatihan sebagai ruang belajar bersama yang ukurannya luas. Pada saat kegiatan soft opening, juga sedang dilakukan kegiatan pelatihan Persiapan Pengelolaan Cold Storage yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

                Inkubator Mina Bisnis (selanjutnya disebut Imbis) Projo Mino memanfaatkan moment bahwa saat ini minum kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup modern. Berkembangnya ragam jenis kopi serta menjamurnya kedai-kedai kopi menjadi faktor yang membuat kopi lebih dekat dengan masyarakat dan menjadi bagian dari gaya hidup modern. Wujud coffe shop yang diusahakan Imbis Projo Mino adalah menyediakan jenis kopi yang dijajakan berasal dari kopi terbaik Indonesia, seperti Gayo, Toraja, dan Wamena. Anekajenis kopi dikombinasikan dengan berbagai olahan ikan seperti sate tuna, cakalang bakar, nasi goreng seafood, stick ikan, oseng – oseng cumi hingga steak tuna sehingga tercipta menu anekaolahan ikan serta dipadukan dengan anekajenis varian kopi.

                Pemilihan lokasi sentra pemasaran di Jl. Kaliurang km 14 didasari bahwa di daerah tersebut banyak pembeli potensial serta belum ada warung makan sejenis yang menjadikan ikan sebagai menu utamanya. Oleh karena itu, Imbis Projo Mino memanfaatkan peluang tersebut selain untuk mewujudkan kegiatan hilirisasi pemasaran ikan dari Pelabuhan Perikanan Pantai Sadeng Gunungkidul juga sebagai sarana untuk meningkatkan konsumsi makan ikan DIY. Melalui hilirisasi produk kelautan dan perikanan, diharapkan masyarakat DIY akan lebih mudah memperoleh ikan yang dihasilkan oleh nelayan DIY (Rz).