Berita

True Shallot Seed, Solusi Jitu Tingkatkan Kesejahteraan Petani Bawang Merah

Jumat Wage, 8 Februari 2019 16:08 WIB 37

foto
Kepala Diperpautkan Bantul, Ir. Pulung Haryadi, M.Sc memberikan arahan kepada peserta workshop Perbenihan Bawang Merah TSS (True Shallot Seed) (foto : Crisna)

           Bawang merah merupakan komoditas utama di Kabupaten Bantul yang memiliki harga fluktuatif sehingga dapat mempengaruhi inflasi. Para Petani di Kabupaten Bantul biasa berbudidaya bawang merah dengan metode perbanyakan secara vegetatif yakni dengan menggunakan umbi sebagai benih, akan tetapi umbi memiliki kelemahan tidak dapat lama disimpan lama yakni hanya bisa sampai dengan 4 bulan, sehingga setelah musim tanam off-season penyediaan benih untuk musim berikutnya menjadi terbatas.

            Penggunaan umbi juga membutuhkan biaya lebih banyak dibandingkan dengan penggunaan biji. Penggunaan umbi benih 1-1,2 ton/ha = harga Rp 15.000.000 - 25.000.000, sedangkan penggunaan benih 2-3kg/ha = harga Rp 1.200.000.   Keuntungan menggunakan biji antara lain : umur simpan lebih panjang 1-2 tahun (umbi hanya 4 bulan), mampu meningkatkan hasil umbi bawang merah sampai dua kali lipat, bebas dari penyakit, harga lebih murah. Namun cara budidaya menggunakan biji seperti ini belum banyak dilakukan oleh petani di Kabupaten Bantul karena masih dianggap baru dan sulit pada saat pesemaian.

            Untuk mengatasi hal tersebut pada Rabu, 6 Januari 2019 bertempat di Rumah Makan Parangtritis, Sewon, Bantul Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul melaksanakan Workshop Perbenihan Bawang Merah TSS (True Shallot Seed). Workshop perbenihan bawang merah (TSS) ini bertujuan untuk mensosialisasikan perbenihan bawang merah menggunakan biji. Workshop ini juga dimaksudkan agar para petani bawang merah dapat menerapkan metode Perbenihan Bawang Merah TSS (True Shallot Seed) tersebut serta diharapkan pada akhirnya nanti kesejahteraannya meningkat. Workshop ini diikuti para petani bawang merah di Kabupaten Bantul. Adapun narasumber yang diundang adalah petani yang telah berhasil berbudidaya bawang merah yakni Bapak Subandi dari Sanden dan Bapak Juwari dari Imogiri, PT. Panah Merah, BPSB DIY dan BP3MBTP DIY. (CSD)