Berita

Bagian I : “Ganti Jantung” Kapal Inka Mina 646 (Kapal Perikanan > 30 GT) di Cilacap

Jumat Pon, 5 Oktober 2018 10:30 WIB 96

foto
Mesin Induk KM. Inka Mina 646 (Foto : Samsuji Rokhmad)

Kapal Inka Mina 646 merupakan 1 dari 7 kapal perikanan > 30 GT yang aktif melakukan kegiatan penangkapan di pantai selatan DIY sejak Tahun 2014. Kapal yang dioperasikan Koperasi Inka Bantul VII Projo Mino tersebut dibuat di Batang Jawa Tengah pada Tahun 2013. Menggunakan bahan utama kayu, Kapal dengan tanda selar GT 41/265 Fr tersebut menggunakan mesin induk merck Yuchai dengan daya utama mesin mencapai 170 PK. Dengan alat tangkap berupa purse seine (jaring lingkar), hasil tangkapan utama berupa ikan golongan pelagis kecil seperti cakalang (Katsuwonus pelamis), layang (Decapterus sp.), tuna (Thunnus sp.), serta tongkol (Euthynnus sp.).

Umumnya kapal mengalami kerusakan yang disebabkan oleh pemakaian ataupun gangguan dari kondisi perairan sehingga akan mempengaruhi stabilitas ataupun kenyamanan kapal. Perawatan atau perbaikan kapal dilakukan ketika kapal sedang tidak melaut seperti membersihkan binatang-binatang laut yang menempel pada lambung kapal, mengecat lambung kapal, perbaikan mesin, memperbaiki baling-baling kapal hingga melakukan pengecatan ulang pada beberapa bagian kapal. Kapal Inka Mina 646 beroperasi di wilayah WPP 573 (Samudera Hindia sebelah selatan Jawa) sehingga kegiatan perawatan harus dilaksanakan secara rutin. Perawatan dilakukan secara rutin untuk membuat kapal pada kondisi normal dan dapat dioperasionalkan kembali. Sukarsono (1996) menyatakan bahwa ada beberapa jenis reparasi yaitu :

  1. Reparasi kecil (minor repair) dilaksanakan setiap tahun sekali bertujuan untuk menjaga kondisi kapal dengan baik sampai waktu periode perawatan berikutnya.
  2. Reparasi besar (major repair) dikerjakan berkala pada jarak waktu dua sampai lima tahun tergantung dari jenis kapalnya. Pada waktu perbaikan ini komponen lambung kapal, unit permesinan, dan perawatan diganti baru.
  3. Reparasi perawatan (maintenance repair) dikerjakan pada waktu overhaul kapal dan komponennya .
  4. Reparasi darurat (emergency repair) adalah perbaikan kerusakan sebagai akibat kecelakaan kapal atau karena adanya keganasan alam seperti badai, topan, atau menabrak karang.

Setiap tahunnya, sejak Tahun 2014 Kapal Inka Mina 646 rutin melakukan perbaikan kecil (minor repair) ke kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Cilacap, Jawa Tengah. Kapal harus menempuh ratusan mill karena sarana perbaikan kapal perikanan > 30 GT yang layak belum tersedia di Jogjakarta.  Untuk di Pelabuhan Sadeng, sarana docking masih terbatas pada kapal perikanan < 30 Gt sehingga menjadi hal yang rutin setiap akhir musim kegiatan penangkapan kapal berbondong-bondong menuju Cilacap atau di Nglorok Jawa Timur untuk melakukan perbaikan. Selain keterbatasan sarana, keterbatasan peralatan perbengkelan ataupun SDM juga menjadi pertimbangan kami untuk melakukan perbaikan kapal di Cilacap. Filosofi yang tertanam dari Koperasi adalah kapal harus tetap berlayar, sehingga kami terus mengusahakan apapun itu, termasuk mengganti mesin induk ketika mengalami sakit kronis alias sakit yang menahun. Ingin mengetahui lebih lanjut perihal mesin induk Inka Mina 646? Akan kami lanjutkan pada Bagian II dan III minggu depan. (rz)