Berita

Persiapan Penangkapan Ikan Tuna Besar di Sadeng melalui Perbaikan 3 Unit KM Nelayan 10 GT

Rabu Legi, 29 Agustus 2018 12:30 WIB 265

foto
Kegiatan Perbaikan KM Nelayan 10 GT (Dokumentasi : Samsuji Rokhmad)

             Bertempat di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP Sadeng) sejak Sabtu, 25 Agustus 2018 dilakukan perbaikan fisik terhadap 3 unit Kapal Motor (KM) Nelayan 10 GT. Sambil menunggu Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) terbit, perbaikan difokuskan kepada perubahan fisik untuk meningkatkan kemampuan kapal dalam menghadapi gelombang Pantai Selatan DIY. Perbaikan yang dilakukan meliputi perbaikan palka kapal karena KM Nelayan mempunyai 2 palka tidak bersekat. Ketiadaan sekat berisiko terhadap mutu hasil tangkapan kapal, oleh karena itu kedua palka kapal dibagi menjadi 6 ruang agar proses perawatan ikan hasil tangkapan dapat dilakukan sebaik-baiknya. Untuk merawat ikan hasil tangkapan, menggunakan es balok yang dihancurkan dengan sistem pendinginan kering.

              Kegiatan kedua adalah perbaikan stabilitas kapal melalui penambahan berat kapal dengan cara dilakukan penambahan beban (pengecoran). Karakter pantai selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang mempunyai ombak dan gelombang besar menuntut kapal memiliki kestabilan tinggi. Oleh karena itu jamak dimiliki nelayan Sadeng bahwa kapal dibangun menggunakan bahan dasar kayu, baik untuk ukuran 10 – 42 GT. Untuk saat ini, hanya perahu motor tempel (PMT) yang dibangun menggunakan fiber, sedangkan kapal perikanan > 10 GT belum ada yang menerapkannya di Sadeng. Koperasi Inka Bantul VII Projo Mino akan mengawali kegiatan penangkapan ikan tuna besar menggunakan kapal berukuran 10 GT dengan bahan utama fiber. Tentu perlu keyakinan dan pertimbangan yang sangat matang untuk melakukan hal yang belum pernah dilakukan nelayan pada umumnya.

                Perbaikan ketiga yang sedang dilakukan adalah yang berkaitan dengan keselamatan dan kenyamanan dalam melakukan aktivitas penangkapan ikan, yakni meninggikan dinding luar KM Nelayan 10 GT. Memancing ikan tuna besar menuntut kesabaran ekstra tinggi dengan cara menunggu di area rumpon lautan lepas. Kapal menunggu dan berdiam pada suatu titik dengan aktivitas utama memancing menggunakan hand line sampai mendapatkan hasil tangkapan. Dengan karakteristik gelombang yang tinggi, bagian dinding luar kapal perlu ditinggikan. Hal tersebut untuk mengantisipasi kejadian laka laut ataupun risiko terceburnya nelayan saat melakukan kegiatan pemancingan ikan tuna. Melalui perbaikan fisik pada 3 sektor ini, Koperasi Inka Bantul VII Projo Mino berharap KM Nelayan 10 GT bisa segera dioperasionalkan mengingat potensi sumberdaya ikan di pantai selatan DIY melimpah. (rz)