Berita

Inkubator Mina Bisnis dan Koperasi Inka Bantul VII Projo Mino Belajar Managemen Cold Storage di Muara Angke dan Cimanggis

Rabu Pahing, 15 Agustus 2018 08:30 WIB 225

foto
Manager IMB, Ketua Koperasi Inka Bantul VII Projo Mino beserta Kepala Bidang Bina Usaha Diskanla DIY saat meninjau Cold Storage di Muara Angke (Foto : Fakhrudin Al Rozi, S.Pi.)

           Dalam upaya mengakselerasi tumbuh dan berkembangnya pelaku usaha pengolahan dan pemasaran hasil kelautan dan perikanan yang mandiri, salah satu bagian yang terpenting adalah ketersediaan bahan-baku ikan yang selalu tersedia kontinyu dengan harga yang bersaing. Keberadaan referigerated container maupun cold storage dibutuhkan agar ikan senantiasa tersedia dan mudah didapatkan. Oleh karena itu, Inkubator Mina Bisnis Projo Mino Kabupaten Bantul mengadakan studi lapangan dan tata-niaga ikan dalam rangka pemenuhan kebutuhan ikan tenant binaan ataupun pelaku utama perikanan lainnya pada tanggal 7 Agustus 2018. Berlokasi di 2 (dua) tempat berbeda, yakni di Muara Angke dan Cimanggis, Inkubator Mina Bisnis serta Koperasi Inka Bantul VII Projo Mino telah memperoleh gambaran yang jelas mengenai sistem tata-niaga ikan yang berkelanjutan. Dalam kegiatan studi banding tersebut, hadir pula Kepala Bidang Bina Usaha Dinas Kelautan dan Perikanan DIY yakni Bapak Sunardi, SIP, Ketua Koperasi Inka Bantul VII Projo Mino yakni Bapak Samsuji Rokhmad, serta Manager Inkubator Mina Bisnis Projo Mino Bantul Fakhrudin Al Rozi, S.Pi.

            Kunjungan diawali dengan diskusi mengenai peluang tata niaga hasil kelautan dan perikanan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Diskusi yang dilakukan di Direktorat Usaha dan Investasi Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan menitikberatkan pada penciptaan lembaga intermediasi bisnis yang berdaulat. Menurut Kasubdit Kewirausahaan dan Kelembagaan Direktorat Usaha dan Investasi, Jhony Haryono, SE, SP, MM, wilayah Jogjakarta merupakan salah satu pusat pemasaran hasil kelautan dan perikanan yang strategis. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dikenal sebagai pusat wisatawan, baik lokal ataupun mancanegara dengan tingkat konsumsi ikan yang masih perlu ditingkatkan. Adanya Inkubator Mina Bisnis di dua Kabupaten, yakni Bantul dan Kota Jogjakarta diharapkan bisa menjadi off taker komoditas hasil kelautan dan perikanan yang dihasilkan oleh nelayan DIY. Sebagai sentra pemasaran, diharapkan ada unit cold storage yang dikelola oleh Inkubator Mina Bisnis serta menjadi buffer ketika hasil produksi melimpah dan pada saat paceklik ikan. Menurut jenisnya, terdapat 2 macam unit penyimpanan berpendingin, yakni cold storage konvensional serta portable cold storage.

                Cold storage adalah sebuah ruangan yang akan dirancang khusus dengan kondisi suhu tertentu dan digunakan untuk menyimpan hasil tangkapan perikanan dengan tujuan untuk mempertahankan kesegarannya. Cold storage ini sangat penting digunakan untuk menjaga kualitas ikan serta memiliki beberapa jenis yakni chilled room, freezer room, blast freezer, dan blast chiller. Penggunaan cold storage sebagai sarana penunjang di sektor perikanan menjadi sangat penting karena ketika hasil tangkapan melimpah, keberadaan cold storage digunakan untuk memperlancar ketersediaan stok hasil tangkapan dengan kwalitas yang bisa tetap terjaga guna menstabilkan harga ikan pada saat musim paceklik. Terdapat 2 jenis cold storage yakni konvensional dan portable yang masing-masing memiliki keunggulan ataupun kekurangan.

                Salah satu cold storage tipe konvensional yang dikunjungi adalah CV. Sumber Laut Rejeki yang berada di Pelabuhan Muara Angke. Pada saat kami melakukan kunjungan, nampak beberapa karyawan yang melakukan packing dan stuffing cumi-cumi untuk eksport. Selain melakukan eksport, perusahaan tersebut juga memperoleh kuota impor berupa ikan salem dan deho untuk kebutuhan lokal dan nasional. Seperti kita ketahui, ikan salem dan deho merupakan bahan-baku industri pemindangan yang kebutuhan setiap harinya mencapai ratusan ton ikan. Pembangunan cold storage memerlukan biaya yang tidak murah, memerlukan tempat yang luas dapat ditanggulangi dengan pemanfaatan portable cold storage yang biasanya berbentuk seperti peti kemas. Salah satu hasil kegiatan kunjungan adalah terbuka kesempatan tata – niaga ikan untuk memasok atau mencukupi kebutuhan ikan di Kabupaten Bantul melalui mekanisme yang akan ditentukan kemudian. (rz)