Berita

Aplikasi PETANI dan Agromap, Solusi Inovatif Atasi Permasalahan Pertanian

Rabu Kliwon, 8 Agustus 2018 15:56 WIB 439

foto
Sosialisasi Program Petani Go Online dan Agromap Tahun 2018 (hari pertama). Foto : Taufik P

                 Pada Selasa, 7 Agustus 2018 bertempat di Aula Pari Diperpautkan Bantul diselenggarakan acara Sosialisasi Program Petani Go Online dan Agromap Tahun 2018. Acara ini diselenggarakan berkat kerjasama antara Kementerian Kominfo Republik dengan Pemerintah Kabupaten Bantul yang dalam hal ini oleh Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan serta Dinas Kominfo Kabupaten Bantul yang dilaksanakan pada 7-8 Agustus 2018. Hadir pada kesempatan ini Bapak Bupati Bantul, Drs. H. Suharsono, Anggota Komisi 1 DPR RI, Bapak KMT. Roy Suryo Notodiprojo, Direktur Pemberdayaan Industri Informatika, Ibu Septriana Tangkary, Praktisi TIK, Ibu Ismarindayani, SH, MH, Kepala Dinas Kominfo Bantul, Nugroho Eko Setyanto, S.Sos, MM, Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Bantul, Ir. Pulung Haryadi, M. Sc, Tim Kemenkominfo dan Penyuluh Pertanian serta Analis Peningkatan Usaha Pertanian dan  Agribisnis.

                Dalam acara ini para Penyuluh Pertanian dan Analis Peningkatan Usaha Pertanian dan  Agribisnis diberikan pelatihan aplikasi Petani Go Online dan Agromap mulai dari proses instalasi hingga penggunaan. Aplikasi ini juga akan disosialisasikan kepada para petani di Kabupaten Bantul pada Rabu, 8 Agustus 2018 di Kompleks Pemda I Parasamya Bantul.

                Aplikasi PETANI merupakan Aplikasi Penyuluhan Pertanian berbasis android. Aplikasi PETANI bertujuan untuk memudahkan petani untuk berkomunikasi dengan para pakar pertanian terkait solusi permasalahan pertanian, termasuk informasi tempat penjualan pertanian alat-alat pertanian. Melalui aplikasi ini para pakar pertanian dan pelaku usaha tani dapat bertanya, memberikan jawaban, atau berbagi informasi seputar dunia pertanian.

                Agromap adalah sebuah aplikasi yang memiliki arti peta pertanian. Agromap petani starter ini ditujukan kepada penyuluh memudahkan pendataan lahan petani. Data lahan yang terdata inilah yang nantinya akan dapat membentuk peta pertanian. (TP)