Berita

Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) Adakan Temu Koordinasi Konsultan Keuangan Mitra Bank (KKMB) Bidang Perikanan Tangkap di Bogor

Selasa Legi, 10 Juli 2018 08:48 WIB 197

foto
Peserta Temu Koordinasi KKMB berfoto bersama Direktur Perizinan dan Kenelayanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Bapak Ir. Saifuddin, M.MA (Foto : Fakhrudin Al Rozi)

Dalam rangka meningkatkan koordinasi dan memperkuat mekanisme kegiatan pendampingan akses permodalan usaha penangkapan ikan, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap melalui Direktorat Perizinan dan Kenelayanan menyelenggarakan kegiatan “Temu Koordinasi Konsultan Keuangan Mitra Bank (KKMB) Tahun Anggaran 2018 yang bertempat di The Sahira Hotel, Jalan Ahmad Yani No. 17 – 23, Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat pada tanggal 3 – 6 Juli 2018. Kegiatan tersebut dilatarbelakangi karena mayoritas nelayan kecil bermasalah dalam hal manajemen usaha dan permodalan. Secara statistik juga, keberadaan usaha penangkapan ikan di bawah 10 GT masih dominan dan mewarnai kegiatan usaha penangkapan ikan di Indonesia.

Untuk dapat meningkatkan akses permodalan bagi nelayan kecil, pemerintah menggandeng KKMB sebagai tenaga pendamping untuk melakukan intermediasi antara nelayan dengan perbankan. Konsultan Keuangan Mitra Bank (KKMB) merupakan tenaga pendamping yang telah dilatih oleh Bank Indonesia dan digandeng oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi untuk melaksanakan intermediasi antara para pelaku usaha UMKM sektor perikanan tangkap dengan pihak perbankan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan akses permodalan bagi usaha penangkapan ikan dan meningkatkan kesadaran para pelaku usaha perikanan tangkap terhadap prosedur pengajuan kredit perbankan. KKMB juga melakukan pendampingan pasca pencairan kredit hingga pelunasan agar para pelaku usaha penangkapan ikan tersebut menjadi berkembang, feasible, dan bankable.

Dalam kenyataannya, ada anggapan bahwa pembiayaan sektor kelautan dan perikanan memiliki resiko yang tinggi, dan banyak dari pelaku UMKM yang takut untuk berhubungan dengan perbankan karena minimnya pengetahuan dan menganggap proses kredit di perbankan sangat berbelit. Dengan adanya Konsultan Keuangan Mitra Bank (KKMB) ini diharapkan menjadi solusi dalam mengatasi masalah tersebut. Fungsi ini menjadi sangat penting dalam meluruskan kesalahpahaman yang ada terkait persepsi perbankan terhadap usaha penangkapan ikan. Peserta temu koordinasi juga mengharapkan agar Ditjen Perikanan Tangkap dapat menyediakan lending model pembiayaan perikanan tangkap yang berisi konsep bisnis, teknologi penangkapan ikan agar mempermudah pihak lembaga keuangan dalam penilaian aspek ekonomi dari usaha perikanan tangkap saat ini. Hadir dalam temu koordinasi tersebut, KKMB dari Kabupaten Bantul yakni Fakhrudin Al Rozi, S.Pi., KKMB dari Kulon Progo Sasmiyatno, A.Md., beserta Kepala Seksi Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan DIY Catur Nur Amin, A.Pi, MM.

Temu Koordinasi ini dibuka oleh Direktur Perizinan dan Kenelayanan mewakili Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan dan dihadiri oleh para pemangku kepentingan, yang terdiri dari (1) Perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan dari 34 Provinsi, (2) Petugas Konsultan Keuangan Mitra Bank (KKMB) dari 34 Provinsi, (3) Direktur Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP), (4) Perwakilan dari Bank Indonesia, (5) Perwakilan dari Otoritas Jasa Keuangan, dan (6) Perwakilan dari Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, Bank Mandiri dan Bank Artha Graha Internasional. (rozi)