Berita

BANTUL SENTRA PISANG

Senin Legi, 12 Maret 2018 10:55 WIB 908

foto

Populasi tanaman pisang di Kabupaten Bantul saat ini telah mencapai 720.256 rumpun dengan produksi 10.803,84 ton. Bantul telah memilih pisang sebagai buah unggulan. Ini karena pisang merupakan buah yang mudah dibudidayakan dan dihasilkan di Bantul. Di samping itu pisang merupakan tanaman dan buah yang memilki banyak manfaat. Semua bagian tanaman dapat dimanfaatkan mulai dari daun, pelepah, bonggol hingga buahnya. Buah pisang pisang dikonsumsi dalam bentuk segar maupun olahan. Telah banyak produk olahan makanan yang berbahan baku pisang. Secara ekonomi pisang memiliki multiplier effect yang tinggi. Petani banyak menggantungkan hidupnya dari pisang. Dengan mengelola pisang baik pembibitan, budidaya, pasca panen, olahan hingga pemasarannya telah terbukti menambah pendapatan dan membuka lapangan kerja bagi keluarga pelaku utama dan pelaku usaha. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (Diperpautkan) Kabupaten Bantul, Ir. Pulung Haryadi, M.Sc. baru-baru ini di ruang kerjanya.

Oleh sebab itu tidaklah berlebihan apabila Kabupaten Bantul terus mengembangkan komoditi pisang ini agar benar-benar lebih kuat mengungkit perekonomian.  Menurut Kasi Penyuluhan Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, Ir. Imawan Eko Handriyanto, M.P. pengembangan komoditi pisang ini dilaksanakan dengan serangkain program/kegiatan antara lain pelatihan one village one product (OVOP)/Produk Andalan Setempat (PAS) pisang di lokasi sentra, pemanfaatan pekarangan, pengembangan pembibitan, festival pisang, pelatihan olahan, promosi/pameran, dan pembangunan outlet pemasaran. Pada tahun 2017 pelatihan OVOP pisang dilaksanakan di kelompok tani Plebengan, Sidomulyo, Bambanglipuro. Nara sumber dari Diperpautkan, Penyuluh/PPL Bambanglipuro dan praktisi.Pelatihan OVOP pisang 2018 direncanakan di Kecamatan Kretek.

Salah satu sentra pisang di Kabupaten Bantul adalah Kecamatan Bambanglipuro. Di kecamatan ini telah tumbuh berbagai usaha mulai dari pembibitan, budidaya, olahan hingga pemasaran pisang. Jenis/varietas pisang yang dominan meliputi pisang raja, ambon, koja dan kapok. Pisang raja memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi terutama dimanfaatkan pada saat hajatan pernikahan dan lain-lain. Pisang ambon dikonsumsi sebagai buah meja. Sedangkan pisang kepok didimanfaatkan lebih luas terutama sebagai bahan baku olahan makanan. Produk olahan yang ada di Kecamatan Bambanglipuro antara lain ceriping, dodol pisang, sale, kolak, dawet dan carang gesing. Pemasaran produk olahan pisang Bambanglipuro sudah menasional. Pemasaran pisang terus meningkat di Bambanglipuro khususnya dan Bantul pada umumnya karena populeritas Bantul akhir-akhir ini terus meningkat drastis sebagai daerah tujuan wisata.

Usaha pembibitan pisang tidak kalah pesat perkembangannya. Adalah Bapak Lasiyo Saefudin (anggota komunitas Tanam Lestari, suatu komunitas yang bergerak/beraksi dalam penanaman dan perbanyakan tanaman), yang telah bertahun-tahun menekuni usaha pembibitan pisang di Bambanglipuro. Bibit pisang yang tersedia meliputi raja, ambon dan kepok dengan jumlah 3.000 batang siap tanam.