Berita

Pencanangan UPSUS SIWAB (Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting)

Kamis Pahing, 1 Februari 2018 14:45 WIB 2375

foto
Bupati Bantul Drs. H. Suharsono sedang melakukan insenminasi buatan pada salahsatu sapi. (Foto : Ryan)

Diskominfo - Pencanangan Inseminasi Buatan (IB) oleh Bupati Bantul Drs. H Suharsono dalam rangka mensukseskan program UPSUS SIWAB (Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting) Tahun 2018. Bertempat di Kelompok Ternak 45, Depok, Parangtritis, Rabu (24/1).

Menurut laporan Kelompok Ternak, Sarjuno. Kelompok Ternak 45 telah berdiri 20 tahun dalam jumlah anggota sekarang ada 59 dengan populasi sapi 97. Dimana masyarakat di pedukuhan 45 khususnya sebagai mata pencaharian tani, nelayan dan peternak. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan yaitu pertemuan rutin, pelatihan-pelatihan dan khususnya untuk penambahan anggota untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

Sementara Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Ir. Pulung Haryadi, M.Sc. menyampaikan, 70 % dari kebutuhan daging di DIY pasokannya dari Bantul. Untuk itu betul-betul menginginkan program UPSUS SIWAB ini selalu sukses di Kabupaten Bantul.

"Di tahun 2017 sudah mampu melebihi target dari 19.000 sapi yang sudah berhasil dari target 18.000. ini sebuah lonjakan cukup luar biasa di tahun kemarin. Kegiatan dari UPSUS SIWAB diantaranya adalah optimalisasI IB, pemeriksaan reproduksi dan semen beku," katanya.

Dalam sambutannya Bupati Bantul mengatakan, dengan adanya UPSUS SIWAB akan memaksimalkan potensi sapi indukan khususnya di Kabupaten Bantul agar dapat terus menghasilkan pedet. Kegiatan ini tentunya juga menjadi bentuk komitmen kita bersama dalam meningkatkan produksi daging dan memperbaiki usaha peternak lokal agar semakin sejahtera serta ikut mendorong dan mewujudkan target swasembada daging.

Program ini menjadi salah satu fokus atau prioritas dari Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul di Tahun 2018. "Cita-cita besar swasembada daging di tanah air perlu bersama sama kita upayakan secara serius dan sigap agar terwujud Indonesia yang mandiri, pemenuhan pangan asal hewan dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak." ujarnya.

Lebih lanjut Bupati berpesan kepada pemilik ternak di Kabupaten Bantul, kiranya akan bisa lebih optimal untuk merubah pola pemeliharaan sapi dari perorangan ke arah kelompok dengan pola perkandangan koloni. Serta untuk melakukan pengembangan pola integrasi ternak tanaman, misalnya integrasi sapi-kolonjono. Dengan sentralisasi kelompok ternak tentunya pemerintah juga akan lebih mudah dalam melakukan pemantauan terhadap ternaknya. (ang)

Sumber : https://www.bantulkab.go.id/berita/3483.html