Berita

Panen Raya Padi oleh Menteri Pertanian RI

Rabu Pon, 22 September 2010 13:40 WIB 3186

Menteri Pertanian RI, Ir. H. Suswono, MMA Senin (21/09) melakukan panen raya padi di kelompok tani Samparan Maju, Caturharjo, Pandak. Kelompok tani Samparan Maju berdiri 5 Juni 1999 dengan jumlah 259 anggota dan luas lahan total 60 ha serta memiliki 3 unit SLPTT. Kelompok ini juga membudidayakan peternakan dengan jumlah ternak mencapai 253 ekor sapi, 146 ekor kambing etawa, dan 5500 ekor ayam. Kelompok Tani Wanita (KWT) juga aktif dalam mengembangkan industri olahan produk pertanian seperti ceriping dan VCO. Padi yang dipanen oleh Menteri Pertanian RI adalah varietas padi IR 64 yang diupayakan dengan teknologi SRI. Yaitu dengan penggunaan pupuk organik 20 ton/ha, penggunaan benih 10-15 kg/ha dengan umur benih 7-10 hari, memperhatikan jarak tanam, penggunaan pupuk berimbang dengan mengurangi pupuk anorganik, serta pengairan sistem berselang. Untuk SRI ini kelompok Samparan Maju, Pandak mampu mencapai produktivitas padi hingga 7,7 ton/ha. Dalam dialog dengan Menteri Pertanian RI terungkap kendala yang dihadapi kelompok tani adalah keterbatasan alsintan (alat mesin pertanian) khususnya untuk pengadaan traktor dan pengeringan gabah. Selain itu padi yang dipanen petani selama ini masih digunakan untuk konsumsi berhubung kepemilikan lahan petani Bantul yang terbatas. Menurut Menteri Pertanian RI, Bantul sendiri sebenarnya masih mempunyai potensi lahan pertanian. Namun seperti kebanyakan daerah pertanian di pulau Jawa, alih fungsi lahan menjadi ancaman dunia pertanian. Sebanyak 42% tenaga kerja di Indonesia berada di sektor pertanian secara langsung, padahal dengan lahan pertanian yang semakin sempit akibat pengurangan lahan pertanian sekitar 100.000 ha/tahun. Hal ini menjadi salah satu penyebab semakin tidak diminatinya pertanian di Indonesia. Kementrian Pertanian sebenarnya memiliki beberapa target yang diprioritaskan untuk masa mendatang. Seperti mempertahankan swasembada beras dan mencoba mengusahakan swasembada komoditas lain seperti daging sapi yang swasembadanya direncanakan tercapai tahun 2014, salah satunya adalah dengan cara integrasi pertanian dan peternakan. Prioritas yang lain adalah difersifikasi pangan, meningkatkan nilai tambah daya saing produk lokal, serta peningkatan kesejahteraan petani. Untuk peningkatan kesejahteraan petani, Pemerintah menyediakan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Selain itu, Kementrian Pertanian juga memiliki rencana pembuatan asuransi pertanian yang dapat digunakan untuk menanggulangi gagal panen petani (deSh!)