Berita

Seminar Inseminasi Buatan di Gabusan

Rabu Pon, 22 September 2010 11:36 WIB 3252

Bertepatan dengan rangkaian kunjungan Menteri Pertanian di Kabupaten Bantul Selasa (21/09) lalu dilaksanakan seminar dengan tema Peranan Inseminasi Buatan (IB) dalam Mencapai Swasembada Daging 2014. Acara yang merupakan pendahuluan dari Panen Pedhet yang rencananya dihadiri oleh Menteri Pertanian tersebut dilaksanakan di Kompleks Pasar Seni Gabusan dan dihadiri oleh petugas Inseminasi Buatan dan para peternak sapi se Kabupaten Bantul. Seminar ini diisi oleh dua pembicara, pembicara pertama dari Balai Pengembangan Bibit, Pakan ternak dan Diagnostik Kehewanan (BPBPTDK) Dinas Pertanian Propinsi DIY membahas upaya peningkatan mutu sapi melalui penyediaan semen beku. Pembicara kedua adalah Lulut Triyono. A.Md, inseminator dari Kecamatan Piyungan Bantul yang menyampaikan tentang pelayanan inseminasi buatan dalam rangka peningkatan pendapatan peternak di Bantul. Kegiatan Inseminasi Buatan (IB) sebenarnya memiliki peran cukup strategis dalam percepatan populasi sapi. Acara yang juga diisi dengan interaktif dengan peternak ini mengungkapkan permasalahan yang dihadapi saat ini adalah jatuhnya harga sapi, namun harga daging sapi masih relatif tinggi. Hal ini menyebabkan kerugian di pihak peternak. Selain itu kegagalan kawin suntik atau nseminasi buatan juga dibahas di forum ini. Menurut Kepala Dipertahut Bantul, Ir. Edy Suhariyanta, MMA, Kabupaten Bantul memiliki potensi pengembangan ternak sapi. Seperti terdapatnya jenis sapi lokal yang cukup unggul, sumber pakan dan lahan yang subur untuk menanam hijauan pakan ternak, serta jumlah peternak yang cukup besar. Selain itu Kabupaten Bantul juga memiliki tidak kurang dari 30 orang petugas Inseminasi Buatan (IB) yang menguasai teknik inseminasi buatan. Dengan tingginya keberhasilan Inseminasi Buatan di Kabupaten Bantul, sekitar 80% peternak sapi di Bantul lebih memilih berbudidaya (agribisnis) sapi untuk tujuan memperoleh anak sapi (pedhet) dan hanya 20% yang memilih agribisnis penggemukan sapi (deSh!).