Berita

Asuransi Jiwa Bagi Nelayan Di Kabupaten Bantul

Rabu Pahing, 8 November 2017 16:34 WIB 2428

Kabupaten Bantul secara geografis merupakan kabupaten yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia dan diberikan anugerah potensi wilayah dan alam yang mengagumkan. Kabupaten Bantul memiliki panjang garis pantai ±17 km memanjang dari Kecamatan Kretek sampai Kecamatan Srandakan.  

Masyarakat di daerah pesisir mayoritas menggantungkan hidupnya pada hasil menangkap ikan (nelayan). Mereka menangkap ikan dan menjualnya untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat luas. Nelayan menjadi salah satu faktor kunci dalam pengembangan di sektor kelautan dan perikanan, khususnya bagi pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Bantul.

Mata pencaharian nelayan merupakan salah satu pekerjaan beresiko tinggi karena karakteristik usaha penangkapan yang sangat tergantung musim, gangguan cuaca, serta gelombang laut, harga hasil tangkapan yang tidak stabil dan kompetisi yang tidak sehat adalah sebagian dari resiko yang harus diterima nelayan dalam melakukan pekerjaannya. Pemerintah RI memberikan dukungan dan perlindungan sebagai wujud kepedulian negara untuk mensejahterakan nelayan melalui   program jaminan perlindungan atas risiko nelayan, pembudi daya ikan dan petambak garam diperkuat melalui payung hukum Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18 Tahun 2016. Program tersebut bernama Bantuan Premi Asuransi Nelayan (BPAN).

Pelaksanaan program BPAN di Kabupaten Bantul bertujuan untuk:

  1. Meningkatkan pemberdayaan dan perlindungan terhadap “nelayan kecil” dan “nelayan tradisional”;
  2. Memberikan jaminan perlindungan atas risiko yang dialami nelayan;
  3. Memberikan kesadaran nelayan berasuransi agar nelayan lebih tentram dan nyaman saat bekerja.

Berikut beberapa persyaratan dan kriteria calon penerima BPAN tahun 2017:

  1. Memiliki Kartu Nelayan yang masih berlaku;
  2. Memiliki rekening tabungan atau membuat surat pernyataan kesanggupan memiliki rekening tabungan;
  3. Menggunakan kapal penangkapan ikan  berukuran paling besar 10 GT;
  4. Berusia maksimal 65 tahun pada tanggal 31 Desember 2017;
  5. Tidak pernah mendapatkan bantuan program asuransi dari pemda, atau pernah mendapat program asuransi dari pemerintah namun polis asuransinya sudah berakhir masa berlakunya atau jenis resiko yang dijamin berbeda;
  6. Tidak menggunakan alat penangkapan ikan yang dilarang berdasarkan peraturan perundang-undangan;
  7. Patuh pada ketentuan yang tercantum dalam polis asuransi.

Nelayan yang berminat mengikuti program asuransi tersebut cukup dengan mendaftarkan diri ke Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul atau melalui petugas teknis Penyuluh Perikanan yang ada di wilayah pesisir.

Nilai manfaat yang diperoleh nelayan melalui kegiatan ini tidak hanya terbatas pada kecelakaan akibat kegiatan usaha namun mencakup kecelakaan di darat. Nilai maksimal santunan yang dapat diperoleh antara lain:

  1. Kecelakaan akibat aktivitas penangkapan ikan sebesar Rp200.000.000 apabila meninggal dunia, Rp100.000.000 apabila menyebabkan cacat tetap, dan Rp20.000.000 untuk biaya pengobatan.
  2. Kecelakaan akibat selain melakukan aktivitas penangkapan ikan sebesar Rp160.000.000 apabila meninggal dunia, Rp100.000.000 apabila menyebabkan cacat tetap, dan Rp20.000.000 untuk biaya pengobatan.

Hingga tahun 2017 jumlah nelayan yang mengikuti program BPAN berjumlah 232 nelayan dari 575 nelayan di Kabupaten Bantul (102 nelayan tahun 2016 dan 130 nelayan tahun 2017). Tahun 2017 target 473 nelayan dapat mengikuti asuransi namun hanya terealisasi 27%. Program BPAN diberikan ke nelayan yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) yaitu:

  1. KUB Mina Bahari 45 di Depok, Parangtritis, Kretek
  2. KUB Mina Bahari 45 II di Depok, Parangtritis, Kretek
  3. KUB Mina Tirtohargo di Baros, Tirtohargo, Kretek
  4. KUB Usaha Mina di Sogesanden, Srigading, Sanden
  5. KUB  Mino Karya di Baran, Srigading, Sanden
  6. KUB Mina Manunggal Karya di Karanganyar, Gadingharjo, Sanden
  7. KUB Fajar Arum di Kuwaru, Poncosari, Srandakan
  8. KUB Bahari Persada di Kuwaru, Poncosari, Srandakan
  9. KUB Bahari Sejahtera di Krajan, Poncosari, Srandakan
  10. KUB Pukat Bahari di Kuwaru, Poncosari, Srandakan
  11. KUB Berkah Berlimpah di Ngentak, Poncosari, Srandakan
  12. KUB Samudra Harapan di Ngentak, Poncosari, Srandakan
  13. KUB Pandan Mina Bahtera di Ngentak, Poncosari, Srandakan
  14. KUB Mina Mili Artha di Ngentak, Poncosari, Srandakan    

Kendala yang dihadapi saat penjaringan peserta BPAN Tahun 2017 adalah:

  1. Beberapa nelayan sudah mendapatkan bantuan asuransi dari Pemprov/Pemda dan asuransi mandiri;
  2. Singkatnya waktu pelaksaan yang tersedia;
  3. Beberapa nelayan belum memiliki Kartu Nelayan;
  4. Masih minimnya tingkat kepercayaan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya berasuransi.

Kedepannya nelayan berharap program asuransi ini dapat terus berlanjut dan administrasi semakin dipermudah. Program asuransi jiwa ini mendorong nelayan untuk lebih semangat melakukan kegiatan usahanya. (eL)  

 

Sumber : Elly Puspitaningrum, S.Pi (Penyuluh Perikanan Bantu Kabupaten Bantul)