Berita

Gerakan Tanam Padi dengan Mesin Transplanter, Ajak Generasi Muda Terjun Ke Sawah

Rabu Kliwon, 1 November 2017 15:58 WIB 2485

foto
Tanam padi dengan mesin transplanter oleh Asek II, Bambang Guritno, SH didampingi anggota kelompok tani Boga Lestari

Seiring dengan perkembangan jaman, minat dan partisipasi generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian semakin menurun. Tak terkecuali generasi muda di Kabupaten Bantul. Ada sejumlah penyebab, seperti pertanian dianggap tidak mampu menopang masa depan, akses lahan dan modal yang terbatas, dan minimnya berbagai dukungan lain bagi generasi muda. Ini menyebabkan potensi pertanian tidak bisa digarap optimal.

Sudah banyak yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bantul khususnya Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (Diperpautkan) untuk mengatasi hal ini. Pembentukan dan sosialisasi taruna tani di 5 kecamatan di Kabupaten Bantul merupakan salah satu kegiatan yang diupayakan dalam membangkitkan minat generasi muda dalam bidang pertanian.

Begitu juga kegiatan yang dilakukan hari ini, Rabu (1/11) di Dusun Monggang, Desa Srihardono, Kecamatan Pundong. Diperpautkan menyelenggarakan Gerakan Tanam Padi dengan Mesin Transplanter. Dihadiri oleh Kepala BPTP DIY, Kepala Dinas Pertanian DIY, Asisten Sekretaris Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Bantul (Asek II), Kepala Diperpautkan, Kapolsek Pundong, Komandan Rayon Militer Pundong, Camat Pundong serta Desa Srihardono dan Kelompok Tani Boga Lestari serta warga sekitar, acara berlangsung lancar.

Dalam sambutannya, Camat Pundong, Sri Umayati, SH. menyampaikan bahwa Gerakan Tanam Padi ini merupakan suatu inovasi yang dapat menarik minat generasi muda dan juga meningkatkan kesejahteraan petani.

Kepala BPTP DIY, Dr. Joko Pramono, MP. mengungkapkan bahwa BPTP DIY sudah mengembangkan benih padi diseminasi yang dapat dan telah diakses oleh petani di kabupaten-kabupaten di DIY. Penerapan pada demplot seluas 25 Ha juga dilakukan di Panjangrejo Pundong.

“Gerakan tanam padi ini dilakukan untuk mendukung program Upaya Khusus (Upsus) Padi jagung dan Kedelai (Pajale) yang dicanangkan oleh Kementerian Pertanian untuk menjaga stabilitas harga komoditas pangan”, ungkap Kepala Diperpautkan, Ir. Pulung Haryadi, M.Sc.

Terakhir, Asek II Kabupaten Bantul, Bambang Guritno, SH menyampaikan bahwa pembangunan pertanian di Kabupaten Bantul senantiasa memperhatikan dan mempertahankan Lahan Pangan Pertanian Berkelanjutan (LB2B) seluas 10.000 Ha. Mekanisasi pertanian menjadi perhatian yang serius demi mewujudkan pertanian unggul yang banyak diminati oleh generasi muda. (T)