Berita

Gerakan Pengendalian Tanaman, Demi Peningkatan Produktivitas Tanaman di Kabupaten Bantul

Selasa Wage, 31 Oktober 2017 09:32 WIB 2478

foto
Bahu membahu melaksanakan Gerakan Pengendalian Tanaman demi kesejahteraan petani

OPT yang biasanya disebut oleh petani sebagai hama atau organisme penganggu tanaman (OPT) merupakan parasit patogen yang dapat menginfeksi tanaman budidaya dan memberi dampak negatif bagi produktivitas hasil pertanian.

Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (Diperpautkan) Kabupaten Bantul senantiasa melaksanakan kegiatan gerakan perlindungan tanaman sebagai upaya untuk pencegahan atau pengendalian OPT.

Seperti yang dilakukan belum lama ini, Diperpautkan menyelenggarakan berbagai gerakan perlindungan OPT, yaitu :

  1. Gerakan perlindungan pesemaian padi di Bulak Kadisoro, Desa Gilangharjo, Kecamatan Pandak pada Jum’at (13/10)
  2. Gerakan perlindungan pesemaian padi di Bulak Dayu, Desa Gadingsari, Kecamatan Sanden pada Senin (16/10)
  3. Gerakan pengendalian pesemaian padi di Bulak Kembangkerep, Desa Srihardono, Kecamatan Pundong dan Bulak Kaligatuk,  Desa Srimulyo, Kecamatan Piyungan pada hari Jum’at (20/10)
  4. Gropyokan tikus pada tanaman padi di Bulak Panggang, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu pada hari Minggu (22/10)
  5. Pemasangan Trap Barrier System (TBS) di Dusun Samben, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu

Perlindungan persemaian padi dilakukan dengan penyemprotan persemaian padi menggunakan agensia hayati. Agensia hayati yang digunakan adalah PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria), dan Beauveria bassiana.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Seksi Perbenihan dan Perlindungan Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan bekerjasama dengan Petugas Pengawas Organisme Pengganggu Tanaman (P-OPT) Kabupaten Bantul, Petugas Analis Peningkatan Usaha Pertanian dan Agrobisnis (Mantri Tani), BPTP DIY, Pemerintah Desa dan Kecamatan setempat.

Umi Fuaziah, S.TP., M.Sc selaku Kepala Seksi Perbenihan dan Perlindungan mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mencegah terjadinya kerugian ekonomis serta menaikkan nilai hasil produksi dari tanaman yang diusahakan oleh petani. (T)