Berita

Kenaikan Harga Beras Wajar

Jumat Pahing, 27 Agustus 2010 11:07 WIB 2885

Kenaikan harga beras hingga Rp 5800 - 6200 /kg saat ini merupakan gejala yang wajar. Sedangkan harga gabah kering panen mencapai Rp 3000-3100 per kg GKP (Gabah Kering Panen). Kenaikan harga gabah dan beras menjelang lebaran memang selalu terjadi, diyakini terkait dengan kebutuhan beras untuk zakat fitrah. Mengingat pada akhir Ramadhan seluruh zakat fitrah rata-rata dibayarkan dalam bentuk beras, sehingga beras yang beredar di masyarakat akan sangat tinggi. Hal tersebut merupakan gejala yang rutin menjelang lebaran dan bukan akibat produksi beras yang menurun. Terlalu berlebihan jika ada yang khawatir bahwa harga beras tersebut akan bergerak naik pasca lebaran. Terhitung hingga minggu terakhir bulan Agustus 2010 serangan hama wereng coklat dan penyimpangan iklim dinilai belum mempengaruhi hingga menurunkan produksi padi di Kabupaten Bantul secara nyata. Hama wereng coklat cukup terkendali sedangkan penyimpangan iklim memang diakui mengurangi produktivitas padi namun masih relatif kecil. Penurunan produktivitas diakibatkan bertambahnya prosentase gabah hampa akibat terjadinya curah hujan tinggi pada saat-saat padi melakukan penyerbukan. Sedangkan padi yang mengalami puso tidak terjadi. Kabupaten Bantul akhir Desember 2010 ini masih akan memiliki luas panen padi sebesar 8500 Ha. Luas panen padi sejak Agustus - Desember 2010 adalah 2078 Ha pada bulan Agustus; September 1934 Ha; Oktober 1768 Ha; November 3100 Ha; dan Desember 1750 Ha. Sehingga panenan padi sejak Agustus hingga akhir tahun ini adalah seluas 10622 Ha yang akuivalen dengan 42000 ton beras. Produksi beras sebesar itu dinilai berlebih dibanding kebutuhan hingga akhir tahun. Asumsi Bantul akan memiliki produksi yang cukup hingga menjelang musim panen 2011 didasarkan pada ketersediaan sarana produksi di tingkat petani tidak akan mengalami hambatan. Diakui bahwa serapan pupuk urea hingga akhir Juli yang lalu masih belum maksimal yakni baru 37,62 % (atau terserap 6854 ton dari alokasi pupuk urea sebesar 18221 ton pada tahun 2010). Belum tercapainya 50% serapan pupuk urea tersebut justru menggambarkan pada sisa waktu 2010 ini akan terjadi tambah tanam padi yang cukup luas. Menghadapi perkembangan harga beras saat ini, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan kabupaten Bantul, Ir. Edy Suhariyanta, MMA Rabu (27/08) lalu menghimbau berbagai pihak tidak panik. Menurut Edy pula, tidak perlu terlalu bersemangat untuk melakukan operasi pasar beras atau bahkan impor beras oleh Pemerintah Pusat. Kenaikan harga gabah dan beras pada periode tertentu seperti Ramadhan dan lebaran hendaknya juga dipahami untuk memberi kesempatan petani produsen merasakan harga jual yang memadai.