Berita

Pengawasan Daging di Pasaran Ditingkatkan

Jumat Pahing, 27 Agustus 2010 10:37 WIB 3079

Meningkatnya kebutuhan produk pangan hewani seperti daging menjelang lebaran mulai dirasakan di pasar-pasar tradisional di Kabupaten Bantul. Kenaikan ini berpotensi memberikan peluang masuknya daging yang tidak layak konsumsi. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul yang dimotori Bidang Kesehatan Hewan melakukan pengawasan terhadap pangan asal hewan di sejumlah pasar di Kabupaten Bantul. Di bulan Ramadhan khususnya menjelang Lebaran ini, pengawasan peredaran daging mulai diperketat. Yang pada bulan biasa dilakukan 1-2 kali seminggu, mulai ditingkatkan 3 kali semunggu. Pengawasan dilakukan oleh tim gabungan dari Bidang Kesehatan Hewan Dipertahut Bantul, Bidang Peternakan Dinas Pertanian Propinsi DIY, Pol PP Propinsi DIY dan Pol PP Kabupaten Bantul. Minggu ini operasi dilakukan tiap hari, dimulai dari Senin (23/08) lalu di Pasar Imogiri, Selasa di Pasar Pundong dan Piyungan, Rabu di Pasar Gesikan, Pijenan Pandak. Dan Kamis kemarin di Pasar Gumulan Caturharjo Pandak. Hari operasi dilakukan di pasar disesuaikan dengan hari pasaran pasar yang ada di Kabupaten Bantul. Selain kelayakan konsumsi, operasi juga ditujukan untuk mengantisipasi pemalsuan daging yang dilakukan penjual dengan mencampur jenis daging yang berbeda. Untuk melindungi konsumen dari pemalsuan, penjual biasanya diwajibkan memberi label apabila menjual lebih dari 1 jenis daging. Hasil pemeriksaan operasi minggu ini keadaan daging rata-rata baik, namun di Pasar Imogiri ditemukan daging kambing tidak layak konsumsi yang kemungkinan akibat kambing yang diambil dagingnya tidak sehat atau dipotong setelah mati. Hal ini ditunjukkan dengan pH yang jauh dari standar. Daging yang tidak layak konsumsi ini disita untuk kemudian dilakukan pemusnahan. Penjual yang menjual daging tidak layak konsumsi akan diberikan pembinaan. Namun apabila tiga kali tetap mengulangi hal yang sama akan diberi surat peringatan yang apabila tidak diindahkan akan diserahkan pada proses hukum oleh aparat yang berwenang. Dalam operasi pasar ini selain mengecek sifat fisik luar daging, dilakukan pula pengecekan pH daging menggunakan pH meter (pH normal daging 5-6) dan uji formalin untuk mengetahui apakah produk tersebut diawetkan menggunakan formalin. Menurut Kepala Bidang Kesehatan Hewan, drh. St. Sri Budoyo ciri umum daging tidak layak konsumsi yang dapat dikenali masyarakat antara lain lembek tidak kenyal, bau tidak khas daging (bau busuk), warna ( lebih pucat atau lebih kemerahan tergantung kasus), serta berlendir. Dengan begitu diharapkan masyarakat semakin tahu memilih daging yang berkualitas dan aman dikonsumsi. Selain itu drh. St. Sri Budoyo juga menghimbau pedagang agar menjual produk daging yang ASUH, Aman dalam arti tidak mengandung bahan-bahan yang berbahaya bagi kesehatan, Sehat, Utuh dalam arti tidak ada campuran daging jenis lain, dan Halal dikonsumsi. Masyarakat juga diharapkan mampu berperan aktif dalam pengawasan peredaran daging. Apabila menemui kecurigaan terhadap produk daging di pasaran dapat melapor ke bidang Kesefatan Hewan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul yang beralamat di Komplek Pemda Terpadu Jln. Lingkar Timur Manding Trirenggo Bantul, telepon (0274) 6460182 / 6460182, fax (0271)6460182 atau dapat melalui email di dinas.pertahut@bantulkab.go.id (deShi).