Berita

Luas Tanam Bawang Merah kabupaten Bantul Tahun 2010 Menurun

Kamis Pahing, 12 Agustus 2010 09:46 WIB 3143

Luas tanaman bawang merah di Kabupaten Bantul tahun 2010 berada di bawah rata-rata tiap tahun. Dalam 15 tahun terakhir luas tanam bawang merah 1.700 Ha, pada tahun ini hanya tercapai 1.422 Ha. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul, Ir. Edy Suhariyanta, MMA Rabu (11/08) lalu di kantornya. Penurunan luas tanam bawang merah tersebut dikarenakan ketersediaan benih yang terganggu akibat iklim yang tidak menentu. Musim tanam (MT) bawang merah di Kabupaten Bantul setiap tahun terdiri atas MT I Maret-April dan MT II Agustus-September. Pada MT I luas tanam bawang merah biasanya mencapai 800 Ha sedangkan MT II 900 Ha. Fluktuasi luas tanam bawang merah memang sangat dipengaruhi oleh siklus benih. Pertama, jika hasil panen baik dan harga jual mahal dapat menyebabkan kerawanan stok benih MT berikutnya. Pada saat panen petani cenderung menjual lebih banyak hasil panen karena harganya relatif tinggi, sehingga stok benih berkurang. Kedua, jika hasil panen buruk akibat cuaca terlalu basah berakibat mutu hasil panen merosot. Hal ini menyebabkan lebih sedikit calon benih yang bisa disimpan. Sehingga pada agribisnis bawang merah memang selalu menemui kendala menimbulkan kerawanan stok benih baik akibat harga jual tinggi maupun hasil panen buruk. Pada MT I tahun 2010 yang lalu terjadi curah hujan yang tinggi pada saat panen. Hal tersebut telah menyebabkan berkurangnya calon benih yang dapat diselamatkan untuk stok benih MT II ini. Akibatnya jika pada MT I luas tanam bawang merah mencapai 797 Ha, pada realisasi MT II ini, hingga 11 Agustus 2010 hanya mencapai 625 Ha. Pencapaian luas tanam bawang merah sangat tergantung dari normal tidaknya siklus benih tersebut. Sebab hanya sedikit petani di Bantul yang menanam jenis bawang merah yang bibitnya diambil dari luar. Pada MT I sekitar 70% dari seluruh tanaman bawang merah merupakan jenis lokal Tiron, 20% Crok Kuning dan 5% Biru Samas. Sedangkan pada MT II 55% bawang merah lokal Tiron, 20% Crok Kuning, dan 20% Biru Samas. Ketika benih ketiga jenis bawang merah tersebut terbatas stoknya maka petani bawang merah Bantul cenderung tidak mengganti dengan jenis bawang merah dari luar. Pada pertengahan Agustus 2010 ini sejumlah petani melakukan panen, beberapa diantaranya adalah petani bawang merah di lahan pasir pantai. Pada saat ini terdapat 70 Ha tanaman di lahan pasir pantai.