Berita

Kewaspadaan Hama Wereng Coklat

Senin Pahing, 2 Agustus 2010 09:37 WIB 3331

Dalam satu tahun terakhir terjadi serangan hama wereng batang coklat (WBC) di beberapa wilayah seperti Klaten, Subang dan wilayah lain dengan intensitas serangan yang berat. Di Kabupaten Sleman terjadi penurunan produksi panen akibat serangan wereng 8 ton per hektare, padahal biasanya bisa mendapat hasil 11.2 ton per hektare. Wereng yang masuk ke DIY merupakan migrasi dari Kabupaten Klaten Jawa Tengah dimana disana serangan werengnya sudah meluas. Di Kabupaten Bantul sendiri, keadaan serangan periode pangamatan 1-15 Juli 2010 mencapai total 1368,3 Ha. Rincian serangan di Kecamatan Kretek seluas 240 Ha; Pundong 181 Ha; Pandak 805 Ha; Imogiri 38 Ha; Dlingo 26 Ha; Piyungan 24,3 Ha; dan Kasihan 54 Ha dengan variasi serangan dari ringan sampai berat. Tanaman padi yang diserang hama sebagian besar sudah siap panen dan rata-rata berumur lebih dari 60 hari. Dalam rangka mengamankan produksi beras di wilayah Bantul akibat serangan wereng ini Dinas Pertanian dan kehutanan Kabupaten Bantul melalui SK Ka Dipertahut no 05/Dipertahut/Kep/Btl/VII/2010 tertanggal 15 Juli 2010 membentuk posko Pengendalian Hama Wereng Batang Coklat tingkat Kabupaten. Tim yang terdiri dari ketua yang dipegang Kepala Bidang Tanaman Pangan, sekretaris Kepala Seksi Perlindungan Tanaman, dan koordinator oleh Koordinator POPT Kab Bantul ini memiliki tugas : 1.Mengumpulkan data hasil pengamatan yang telah dilakukan oleh Posko tingkat kecamatan 2.Memberikan rekomendasi diperlukan diperlukannya suatu tindakan pengendalian 3.Pendistribusian srana prasarana pengendalian 4.Mengkoordinasi pelaksanaan pengendalian yang dilakukan oleh Poosko tingkat Kecamatan 5.Membuat laporan hasil pengamatan dan pelaksanaan pengendalian ke Dinas Pertanian Propinsi DI Yogyakarta Selain Posko Pengendalian Hama Wereng Batang Coklat tingkat Kabupaten, Sekretaris Daerah, Drs. Gendut Sudarto, Kd. Bsc. MMA juga menghimbau kepada seluruh camat se-kabupaten Bantul untuk segera membentuk Posko yang sama di tingkat kecamatan. Camat dan jajarannya agar mengintensifkan pengamatan dengan menyebarluaskan informasi ancaman hama WBC kepada masyarakat khususnya petani. Posko penanggulangan WBC ini dibentuk dengan sekretariat di BPP (Balai Penyuluh Pertanian). Posko diketuai oleh penyuluh koordinator dengan sekretaris ditunjuk petugas pengendali OPT (Organisme Pengganggu Tanaman). Sabtu (31/07) lalu telah dibentuk Pengurus Posko Pengendalian Hama Wereng di Kantor BPP Kecamatan Pundong. Pengurus yang diketuai PPL Koordinator kecamatan Pundong Herman Sunarto ini beranggotakan antara lain mantri tani, PPL wilbinsus, unsur pemerintah desa, dan masyarakat petani dari Gapoktan Kecamatan Pundong. Menurut Ka Dipertahut, saat ini petani sudah mengantisipasi penyebaran hama wereng cokelat itu dengan penyemprotan pestisida, baik kimia maupun organik. Serangan wereng ringan pada tanaman padi dapat ditanggulangi dengan penyemprotan menggunakan pestisida hayati. Selain itu, di Bantul sebagian petani sudah menggunakan padi varietas pepe yang lebih tahan terhadap serangan hama wereng. Jika ditemui serangan hama yang perlu dikendalikan agar segera dilakukan gerakan pengendalian, sedangkah sarana pengendalian (pestisida) dapat diajukan oleh kelompok tani melalui posko di tingkat kecamatan. Untuk posko Penanggulangan WBC tingkat kabupaten Bantul, masyarakat dapat menghubung sdr. Ratna Indah, S.SP dan Crisnha Sari D, SP dengan no telp 0274-6460236 fax (0274) 6460182 pada jam kerja. (deShi)