Berita

Bantul Siap Mengembangkan Sistem Budidaya Ikan Hemat Lahan dan Air

Jumat Wage, 28 Juli 2017 12:54 WIB 2919

foto

Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul menyelenggarakan Sarasehan Perikanan Budidaya pada Kamis (27/07), bertempat di Balai Desa Sumberagung, Jetis. Sarasehan sekaligus penyerahan hadiah bagi pemenang lomba perikanan ini dihadiri oleh lebih dari 70 orang yang terdiri dari pelaku dan stakeholder perikanan, meliputi anggota Kelompok Pembudidaya Ikan, Asosiasi Pembudidaya Ikan, Asosiasi Pembenih Ikan, penyuluh perikanan, perangkat desa dan SKPD terkait. Tema yang diusung pada sarasehan kali ini  mengenai “Pengembangan Sistem Budidaya Ikan Lele Hemat Lahan dan Air (MATLAIR) Kabupaten Bantul”.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, Ir. Pulung Haryadi, M.Sc., menyampaikan bahwa tugas dan fungsi SKPD terkait adalah memberdayakan pembudidaya ikan skala kecil dengan salah satu indikator kinerja dinas adalah peningkatan produksi perikanan budidaya. Untuk mencapai target kinerja tersebut dibutuhkan berbagai program/kegiatan inovatif dengan tujuan akhir untuk menaikkan produksi guna mencapai ketahanan dan kedaulatan pangan. Salah satu cara ditempuh dengan menaikkan produktivitas budidaya melalui peningkatan padat tebar per satuan luas lahan, yaitu intensifikasi kolam budidaya lele. Menerapkan konsep “ada lahan, ada air, ada ikan” dimaksudkan bahwa budidaya ikan dapat dilakukan dimana saja, terlebih di lahan yang tidak produktif, sesempit apapun lahan, sepanjang dukungan ketersediaan air mencukupi, maka budidaya ikan dapat dilakukan.

Turut mengundang Wakil Bupati Kabupaten Bantul, H. Abdul Halim Muslih, beliau menyampaikan bahwa Bantul mempunyai kebijakan untuk mengembangkan sektor perikanan dengan target 5 tahun ke depan Bantul dapat mewujudkan sebagai wilayah produksi perikanan. Sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah, beliau sangat mendukung adanya pengembangan sistem budidaya hemat lahan dan air, bahwa dengan harapan budidaya ikan saat ini dan ke depan dapat bersinergi dengan lahan dan air yang semakin terbatas. (dp)