Berita

Mengembangkan Jiwa Kewirausahaan Dengan Sekolah Lapang Agribisnis (SLA)

Rabu Pahing, 26 Juli 2017 14:56 WIB 2980

foto

Menurut  Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (Diperpautkan/DPPKP) Kabupaten Bantul, Ir. Pulung  Haryadi, M.Sc. : “minat generasi muda pada dunia pertanian cenderung menurun. Hal ini karena sebagian generasi muda menilai dunia pertanian kurang menjanjikan. Kegiatan pertanian atau profesi petani diidentikkan dengan kegiatan/profesi yang kurang bergengsi, panas, melelahkan  dan menghasilkan pendapatan yang sangat kecil. Di samping itu pemahaman generasi muda terhadap pertanian cenderung sempit. Pertanian belum diartikan sebagai agribisnis yang bermakna luas dan menjanjikan bagi kehidupan. Pertanian masih diartikan sebagai kegiatan yang hanya berkaitan dengan kegiatan untuk  budidaya memproduksi suatu komoditas (on farm).  Bahkan  ada yang menyempitkan pemahaman bahwa pertanian hanya berkaitan dengan menanam satu komoditas tertentu seperti padi atau sayur-sayuran saja. Padahal pemahaman pertanian dalam arti luas menyangkut sub sektor tanaman pangan, hortikultura, peternakan, perkebunan, perikanan, kehutanan termasuk juga kegiatan penanganan pasca panen, pengolahan dan pemasaran hasil pertanian (off farm).

Pemahaman dan interpretasi generasi muda tersebut wajar saja. Hal ini mengingat kenyataannya dunia pertanian pada umumnya sering menunjukkan gejala/kondisi yang kurang mendukung. Sebagaimana kita ketahui kegiatan pertanian sangat tergantung pada iklim, kondisi tanah, air dan tingkat serangan organisme pengganggu tanaman. Kondisi iklim sangat berubah-ubah sehingga sangat mempengaruhi produktivitas komoditas. Di samping itu komoditas pertanian memiliki ciri mudah rusak (perishable) dan menempati ruangan yang luas. Apabila komoditas telah berhasil diproduksi, masih dihadapkan pada fluktuasi harga. Pada saat panen raya harga cenderung rendah, sedangkan pada saat luas panen rendah harga cenderung meningkat. Namun harga komoditas segar tersebut sebagian besar masih rendah sehingga pendapatan petani juga rendah. Apalagi kalau luas kepemilikan lahannya sempit.

Pemahaman generasi muda yang kurang positif berkaitan dengan pertanian haruslah segera diluruskan secara intensif. Memang tidak mudah, namun pemberian pemahaman tentang pertanian tehadap generasi muda harus segera dimulai direncanakan strategi dan pelaksanaannya agar kita tidak kehilangan generasi pertanian (lost agriculture generation). Pemberian pemahaman tersebut tentu dilakukan dengan metode yang menarik,  tidak monoton dan bersifat rekreatif.  Mindset yang perlu ada pada generasi muda  bahwa kegiatan pertanian itu tidak hanya budidaya tetapi lebih luas dari itu. Kegiatan pertanian dalam arti luas juga menyangkut kegiatan off farm. Sebagaimana kita ketahui kegiatan off farm mampu memberi nilai tambah atau pendapatan yang tinggi. Untuk memproduksi produk tidak tergantung musim. Di samping itu bekerja di sub sector off farm relatif  tidak terlalu melelahkan, tidak panas dan dalam keadaan bersih. Keadaan kerja seperti inilah yang disukai generasi muda pada umumnya. Setelah mereka tertarik pada sisi off farm ini maka secara langsung atau tidak langsung, cepat atau lambat diharapkan mereka juga akhirnya tertarik pada sisi budidaya (on farm). Hal ini karena mereka akan tahu bahwa bahan baku untuk melaksanakan kegiatan off farm berasal dari suatu proses budidaya (on farm)”.

Kepala Bidang Sarana Prasarana Penyuluhan (Sarprasluh)  Diperpautkan Bantul Ir. Agus Hudi Subagyo, M.Sc. mengatakan pada acara pembukaan SLA : “ berkaitan dengan hal tersebut Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul  pada tahun ini melaksanakan metode baru penyuluhan Sekolah Lapang Agribisnis (SLA). SLA merupakan terobosan dalam dunia pemberdayaan petani/pelaku usaha.  Tujuan SLA adalah 1). Untuk meningkatkan ilmu dan pengetahuan agribisnis bagi peserta  2). untuk meningkatkan/memertebal jiwa kewirausahaan pelaku utama agribisnis khususnya generasi muda. Peserta SLA adalah taruna tani baik yang sudah maupun yang belum merintis usaha agribisnis. Pada tahun 2017  SLA dilaksanakan sebanyak 2 angkatan di wilayah Balai Penyuluhan Pertanian dan Perikanan (BP3K) Kecamatan Sanden dan Dlingo. Jumlah peserta setiap angkatan sebanyak 25 orang. Tempat pertemuan klasikal berlokasi di kelompok. SLA dilaksanakan selama 5 hari. Kurikulum/materi setiap hari yang dilaksanakan meliputi : 1). Praktek Penawaran/promosi/pemasaran ke konsumen 2). Dinamika Kelompok 3). Praktek Pasca Panen/Pengolahan/Pengemasan 4). Presentasi dan Diskusi 5). Topik Khusus.  Sebelum SLA dimulai diadakan Pre Test dan setelah selesai diadakan Post Test”.

Sementara itu pada acara pembukaan SLA, Kepala Seksi Penyuluhan Diperpautkan Kabupaten Bantul Ir. Imawan Eko Handriyanto, M.P. menekankan :”dengan SLA ini diharapkan peserta memperoleh pengalaman langsung dalam memasarkan produk. Peserta mempraktekkan bagaimana menghadapi konsumen dan mempromosikan produk. Tentu pengalaman tersebut kadang-kadang positif dan kadang-kadang negatif. Justru dengan pengalaman tersebut peserta dapat memperoleh pelajaran tentang kekurangan dan kelemahan produk yang dipasarkan. Peserta memperoleh informasi dari konsumen tentang produk yang dipasarkan berkaitan dengan jenis produk, rasa produk, ijin, tanggal kedaluwarsa dan kemasan produk. Penilaian konsumen bisa positif dan negative. Peserta dapat mengetahui selera konsumen. Peserta akan memperoleh pengalaman bagaimana sulitnya memasarkan produk. Di samping itu peserta akan memeproleh jaringan pemasaran yang berguna untuk pengembangan usaha. Diharapkan adanya pengalaman ini akan meningkatkan /mempertebal jiwa kewirausahaan (enterpreunership) peserta.

Dari pemantauan terhadap peserta pada beberapa SLA yang telah berjalan beberapa tahun ternyata mereka sangat antusias dengan metode SLA ini.  Kehadiran peserta setiap hari mencapai 100 %. Transaksi dari hasil praktek penjualan/pemasaran setiap hari rata-rata mencapai 80 % laku terjual dari nilai produk. Produk yang dipasarkan berasal dari produk lokal “.

KURIKULUM/KISI-KISI MATERI SEKOLAH LAPANG AGRIBISNIS (SLA)

Hari  ke-1 :

Penjelasan, Pre Test, Kontrak Belajar, Pengenalan Produk

Hari ke-2 :

  1. Teori   :  Pengertian  pemasaran, perbedaan penjualan dan pemasaran, pengertian titip jual,faktor-faktor yang mempengaruhi  seseorang memutuska nuntuk membelibarang/jasa.
  2. Praktek :promosi/pemasarankelokasi/konsumen.
  3. Dinamika Kelompok
  4. Topik Khusus :Pemasaran Online.

Hari ke-3 :

  1. Praktek Pengolahan

Hari ke-4 :

  1. Teori   :  3 faktor yang diperhatikan  dalam pemasaran agribisnis, faktor utama yang menentukan keberhasilan pemasaran, sertifikasi produk segar.
  2. Praktek :promosi/pemasarankelokasi/konsumen.
  3. Dinamika Kelompok
  4. TopikKhusus : Teknik mengelola outlet produk olahan pertanian

Hari ke-5 :

  1. Teori   : 4 hal yang menentukan keberhasilan pemasaran, sertifikasi produk olahan, pengertian dan penghitungan omzet.
  2. Praktek :promosi/pemasarankelokasi/konsumen.
  3. Dinamika Kelompok
  4. Topik Khusus : Sertifikasi produk segar dan olahan pertanian (imw).