Berita

Studi Banding UPT Balai Benih Ikan ke Satuan Kerja Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar Janti

Senin Pon, 17 Juli 2017 08:31 WIB 214

Dalam rangka menambah wawasan dan pengetahuan seluruh pejabat dan petugas pengelola perbenihan UPT Balai Benih Ikan (BBI) Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (Diperpautkan) Kabupaten Bantul melaksanakan studi banding ke Satuan Kerja Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar (Satker PBIAT) Janti – Klaten. Kegiatan dilaksanakan pada Kamis (13/7) lalu.

Satker PBIAT merupakan salah satu dari tiga Satuan Kerja Balai Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah. Satker PBIAT Janti terletak di Desa Janti, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. Dibangun pada tahun 1979 di atas lahan seluas 2,89 hektar. Luas kolam 1,7 hektar (60%), bangunan dan ruang terbuka 0,98 hektar (30%) dan saluran 0,21 hektar (10%), dengan ketinggian tempat ± 203 meter dpl. Sumber air berasal dari Umbul Nilo dan Umbul Wunut melalui saluran irigasi teknis yang mengalir sepanjang tahun dengan debit berkisar 25 – 40 l/dt dan kualitas yang cukup, sehingga ideal bagi kegaitan perbenihan ikan.

Meningkatnya kebutuhan ikan Nila Merah untuk kebutuhan ekspor maupun konsumsi masyarakat merangsang berkembangnya budidaya ikan Nila Merah, baik di Karamba Jaring Apung (KJA) maupun pada kolam. Perkembangan ini mendorong meningkatnya kebutuhan benih baik secara kuantitas maupun kualitas. Sejalan dengan hal tersebut dan dengan pemanfaatan potensi yang ada maka Satuan Kerja Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar Janti – Klaten mengembangkan perbenihan ikan Nila Merah secara intensif baik melalui perbenihan sistem Janti maupun sistem Sapih Benih.

Satker PBIAT Janti – Klaten memiliki tugas pokok diantaranya adalah untuk memperbaiki mutu genetik induk dan mensuplai benih Nila Merah yang bermutu. Sampai saat ini, Satker PBIAT Janti – Klaten belum dapat memenuhi kebutuhan benih bagi masyarakat pembudidaya khususnya di wilayah Ex Karesidenan Surakarta, sehingga masih sangat dimungkinkan untuk dilakukan upaya-upaya peningkatan produksi melalui pembenahan sarana dan prasarana yang sudah ada dan menambah serta memperbaiki mutu induk untuk menghasilkan benih bermutu.

Dalam rangka perbaikan mutu genetik induk, sejak bulan Oktober 2004 sampai sekarang masih terus dilakukan kegiatan selektif Breeding. Pada tahun 2009 telah dihasilkan induk F3, yaitu jantan putih dan betina hitam. Hasil persilangan/hibridisasi keduanya menghasilkan Benih Nila Merah Hibrid Janti. Pada tanggal 29 Juni 2009, benih hibrid tersebut dievaluasi oleh Pusat Riset Perikanan Budidaya DKP, kemudian direlease oleh Menteri Kelautan dan Perikanan pada tanggal 23 Nopember 2009 dan diberi nama “LARASATI”.

Antusiasme staf UPT BBI Dislautkan Bantul terlihat pada saat observasi ke kolam dan pada saat tanya jawab dengan petugas di Satker PBIAT Janti. Kepala TU UPT BBI, Subandi berharap, semoga dengan studi banding ke Satker PBIAT Janti ini, staf UPT BBI dapat mengambil ilmu dan pelajaran dari apa yang dilihat dan dijelaskan oleh petugas sehingga dapat meningkatkan produktivitas benih ikan di UPT BBI. (T)