Berita

Cara Ampuh Mengatasi Hama Wereng Batang Coklat pada Tanaman Padi

Jumat Kliwon, 14 Juli 2017 13:16 WIB 158

foto
Gerakan Pengendalian Hama Wereng Batang Coklat (WBC)

Tingginya kebutuhan akan padi dan beras di Indonesia harus diimbangi dengan produksi padi. Tetapi dalam usaha meningkatkan produksi padi pada kenyataannya banyak kendala yang dihadapi seperti berkurangnya lahan pertanian yang beralih fungsi menjadi perumahan dan pabrik dan terjadinya serangan hama dan penyakit pada tanaman. Tanaman padi yang terserang hama dan penyakit akan menyebabkan pengurangan produksi yang signifikan.

 

Seperti serangan hama wereng batang coklat (WBC) yang ada di sejumlah lahan di Kabupaten Bantul belum lam ini. Koordinator Petugas Pengendali Organisme Tanaman Pengganggu (PPOPT) Kabupaten Bantul, Widodo mengatakan bahwa serangan WBC sangat dipengaruhi oleh teknik budidaya yang dilakukan oleh petani antara lain yaitu dosis penggunaan pupuk kimia yang masih tinggi, jarak tanam yang rapat, air yang senantiasa tergenang, serta kurangnya pupuk organik.

 

Dengan ada serangan WBC ini, Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan, Pulung Haryadi menghimbau kepada  seluruh petani di Kabupaten Bantul waspada terhadap serangan WBC dan merekomendasikan untuk :

  1. Selalu melakukan pengamatan populasi WBC sekurang-kurangnya 1 kali dalam seminggu
  2. Pengelolaan air dengan sistem irigasi berselang untuk menekan perkembangan WBC
  3. Dianjurkan pengendalian dengan agensia hayati (Beauvaria bassiana) karena aman terhadap musuh alami dan agensia hayati bisa berkembang sendiri jika keadaan ekologi mendukung

 

Widodo selaku PPOPT menganjurkan beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mengatasi serangan WBC antara lain :

  1. Penanaman refugia (tanaman bunga-bungaan) di pematang tanah
  2. Penggunaan dosis pupuk organik yang tinggi 20-40 ton/ha
  3. Pembajakan lahan sesegera mungkin setelah tanam
  4. Memperbaiki sifat kimia tanah dengan kapur pertanian/ dolomit pada saat pengolahan tanah dengan dosis 5 kuintal/Ha.
  5. Penerapan metode SRI (Penggunaan bibit muda, iwir, jarak tanam jarang, jajar legowo, pengairan berselang, pembuatan parit/patusan di tepi pematang dan tengah petakan lahan, pupuk kimia secara berimbang dan pengamatan OPT secara rutin).

 

Dengan berbagai upaya pencegahan dan pengendalian terhadap serangan hama pada tanaman padi yang sudah dilakukan oleh petani dan Pemerintah Kabupaten Bantul,  semoga dapat membuahkan hasil peningkatan produksi tanaman padi demi mendukung swasembada pangan. (T)