Berita

Gerakan Pengendalian Hama Wereng Batang Coklat di Kabupaten Bantul

Jumat Kliwon, 14 Juli 2017 12:02 WIB 103

Berdasarkan adanya laporan dari kelompok tani serta pengamatan dari Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) terkait dengan adanya serangan wereng batang coklat (WBC) yang meluas di beberapa wilayah di Bantul, Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (Diperpautkan) Kabupaten Bantul bekerjasama dengan POPT, BPTP, IRRI, UGM dan seluruh lapisan masyarakat bahu membahu melakukan pengendalian dan pemberantasan WBC.

 

Koordinator Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (PPOPT) Diperpautkan  Bantul, Widodo mengungkapkan telah melakukan upaya pengendalian populasi WBC di lahan padi seluas 647 hektar yang tersebar di 17 kecamatan di Kabupaten Bantul.

 

Beberapa lokasi pengendalian yang terekam adalah :

  1. Pengendalian hama WBC dengan melakukan pengamatan intensitas serangan WBC dengan drone di Bulak Semail, Bangunharjo, Sewon.
  • Pemantauan pada tanaman padi umur 30-40 Hari Setelah Tanam (HST).
  • Pemantauan dilakukan oleh tim dari Diperpautkan Bantul bersama-sama dengan IRRI bekerjasama dengan UGM, Dinas Pertanian DIY, BPTP DIY, Babinsa, Aparat dari Kecamatan Sewon dan Pemerintah Desa Bangunharjo, kelompok tani dan warga masyarakat di sekitar lokasi bulak Semail.
  • Pada pengamatan yang dilakukan secara manual ditemukan rata-rata populasi WBC 5-10 ekor/rumpun. Populasi ini rendah dan menurun dibandingkan pengamatan sebelumnya karena sudah dilakukan pengendalian menggunakan agensia hayati Beauvaria bassiana pada lahan seluas 20 Ha dengan menghabiskan sekitar 450 liter larutan pestisida hayati.
  • Pengamatan menggunakan drone dilakukan dengan melihat tanda-tanda serangan WBC dari udara pada ketinggian 90m dpl. Pengamatan dengan metode ini merupakan percobaan pertama kali yang dilakukan oleh IRRI.
  • Dengan adanya pemantauan dan pengendalian ini, serangan WBC pada tanaman padi di Bulak Semail bisa ditekan, aman terkendali dan bisa panen.

 

  • 2. Pengendalian WBC di Bulak Ngasem dan Kowen, Timbulharjo Sewon seluas 30 Ha dengan umur tanaman padi 85 HST.
  • Ditemukan 20-30 ekor WBC per rumpun.
  • Hasil pengendalian menunjukkan tanaman padi aman dan bisa panen.

 

  • 3. Pengendalian di Bulak Dagen, Timbulharjo, Sewon, seluas 20 Ha pada tanaman padi umur 80-85 HST.
  • Ditemukan WBC 5-10 ekor per rumpun
  • Terkendali dan aman.

 

  • 4.Pengendalian di Bulak Selogedong  Desa Argodadi pada tanaman padi umur 80-85 HST menggunakan agensia hayati Beauvaria bassiana

 

Selain pemantauan dan pengendalian seperti di atas, sampai dengan tanggal 12 Juli 2017,  tim pengendalian WBC di Kabupaten Bantul sudah melakukan beberapa langkah sebagai berikut :

  1. Melakukan koordinasi dengan petugas Analis Peningkatan Usaha Pertanian dan Agrobisnis di iap kecamtan, PPL, POPT, dan koramil untuk melaksanakan gerakan pengendalian di masing-masing kecamatan.
  2. Mensosialisasikan pengendalian untuk mengurangi gagal panen dengan mengirimkan surat kepada Camat seluruh kecamatan
  3. Mengadakan pengamatan dan pemantauan rutin 3 hari sekali oleh Diperpautkan dan Petugas POPT.

 

Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, Kepala Diperpautkan berharap semoga serangan WBC dapat terkendali sehingga tanaman padi dapat diselamatkan dan padi dapat dipanen sesuai umur panen, sehingga petani tidak mengalami kerugian. (T)