Berita

Gerakan Tanam Sorghum di Mangunan

Sabtu Pahing, 3 Juli 2010 10:20 WIB 3004

Gerakan tanam sorghum dari Direktorat Serealia Kementrian Pertanian RI diadakan di Kebun Buah Mangunan Dlingo Kamis (01/07) yang lalu. Acara yang dibuka dengan ucapan selamat datang dari Camat Dlingo ini dilanjutkan dengan sambutan dari Ir. Edy Suhariyanta, MMA selaku Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul. Dalam sambutannya Kadin Dipertahut mengungkapkan potensi pertanian khususnya dalam pengembangan sorghum di wilayah Bantul. Tanaman sorghum merupakan tanaman serealia yang mempunyai potensi tinggi penghasil biji sebagai sumber karbohidrat. Biji sorghum mempunyai kualitas nutrisi yang sebanding dengan jagung dan beras. Kandungan protein sorghum sedikit lebih tinggi dari jagung sedangkan kadar lemaknya lebih rendah. Sorghum selain sebagai bahan pangan alternatif juga merupakan komoditi agroindustri. Sorghum dalam industri digunakan sebagai bahan baku industri kertas, nira, gula, alkohol, etanol, dan monosodium glutamat. Selain itu sorghum juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan dan media jamur merang. Dalam hal budidaya, sorghum memiliki beberapa keunggulan seperti kemampuan adaptasi luas, tahan di lahan kering dan marjinal, serta sawah pada musim hujan atau kemarau dengan resiko kegagalan dan biaya usaha tani yang relatif kecil dibanding komoditi lain seperti padi dan jagung. Karena tahan kering kecamatan Dlingo khususnya Mangunan menjadi kawasan yang sesuai untu budidaya sorghum. Pelaksanaan gerakan tanam secara simbolis dilakukan Kasubdirektorat Serealia Lainnya dari Dirjen Tanaman Pangan, Kementrian Pertanian RI di wilayah Kelompok Tani Sumbermulyo II dengan varietas Numbu dan direncanakan akan dikembangkan seluas 20 Ha dengan total luas pengembangan di seluruh Indonesia 15.000 Ha. Pelaksanaan budidaya sorghum di Bantul tahun 2009 lalu dilakukan dengan demplot seluas 15 Ha yang mulai tanam 5 – 7 Mei 2009 dan kemudian dalam pengembangannya menjadi seluas 20 Ha pada musim hujan 2009 berikutnya. Panen dilakukan bulan Agustus 2009 dengan hasil produktivitas varietas lokal 1,75 ton/ha; varietas Kawali 2,7 ton/ha; varietas Numbu 3,2 ton/ha; dan varietas F7 produktivitasnya 2,5 ton/ha dengan umur rata-rata sorghum 120 hari. (desHi)