Berita

Rakor Ketersedian Pangan dan SKPG

Senin Wage, 13 Februari 2017 12:38 WIB 3101

foto
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Kab. Bantul, Ir. Rr. Sri Widodo, MP memberikan pengarahan kepada peserta Penyuluh Koordinator 17 BP3K

Bertempat di Ruang rapat Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (Diperpautkan) pada Selasa (07/02) lalu, telah diselenggarkan Rapat Koordinasi Ketersediaan Pangan dan Sistem Keamanan Pangan dan Gizi, dengan narasumber Kabid Ketahanan Pangan, Ir. Rr. Sri Widodo, MP. dan Kasie. Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Ir. Suryanti, MMA. dengan peserta Penyuluh Koordinator 17 BP3K.

Kabid Ketahanan Pangan menyampaikan hasil acara Sinkronisasi Program dan Kegiatan Ketahanan Pangan nasional 2017 di Bandung 30 Januari lalu, terfokus pada :
1.   Pengembangan distribusi dan akses pangan : LDPM, PUPM-TTI dsb.
2.   Pengembangan ketersediaan pangan : lumbung pangan, rawan pangan
3. Konsumsi : KRPL, PPH, promosi, Lomba Cipta Menu, pameran pangan nusantara
4.   Keamanan Pangan (untuk pangan segar)

Terkait Toko Tani Indonesia (TTI), secara nasional ada di 7 Provinsi termasuk Kab. Bantul salah satunya, bertempat di Kec. Jetis dan Kecamatan Bantul. Untuk Kawasan Rumah Pangan Lestari  (KRPL), sudah selesai dilaksanakan verifikasi di Kab. Bantul, Gunung Kidul dan Kulon Progo di desa yang belum pernah menerima program P2KP, verifikasi berdasarkan kinerja.

75 desa di Kab. Bantul telah dianalisis untuk Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) tahunan dan 17 Kecamatan untuk SKPG bulanan. Dari aspek ketersediaa pangan diketahui ada 3 desa yang masuk rawan pangan yaitu Desa Trimurti, Girerejo dan Wukirsari, namun dari tahun 2015 ke 2016 telah ada peningkatan untuk rasio ketersediaan pangan. Pada 2016 untuk penanganan rawan pangan telah dilakukan pemberian makanan tambahan bagi balita di Desa Trimurti. Untuk Desa Girirejo dan Wukirsari sudah mendapat saluran cadangan pangan berupa beras untuk Posyandu. Sedangkan di 2017, rencana akan dibantu untuk 4 desa rawan pangan. Selain itu diharapkan agar sektor lainnya dapat digalakkan untuk menambah pendapatan semisal Desa Trimurti yang berdekatan dengan lokasi bandara baru dapat menjadi display potensi yang dimilikinya.

Kasie. Ketersediaan dan Kerawanan Pangan menambahkan agar personil dari BP3K yang melakukan pendataan terkait SKPG dan bahan pangan dapat berkoordinasi dengan para Analisis Penyusun Data Informasi Pertanian. Untuk daerah rawan pangan akan mendapatkan pelatihan, sedangkan Desa Mandiri Pangan juga akan tetap mendapatkan perhatian karena terkait penanganan kemiskinan.

Sementara itu dari laporan beberapa BP3K Kecamatan, seperti Srandakan, Kasihan dan Jetis, ada respon positif baik dari pemerintah Desa maupun Kecamatan tentang pemanfaatan pekarangan misalnya dengan bantuan dari ABPDes, pengadaan studi banding serta bibit. (PM)