Berita

Kunjungan Kerja Komisi II DPRD Kab. Tabalong

Senin Wage, 13 Februari 2017 12:31 WIB 3025

foto
Sekretaris Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Kab. Bantul, Ir. R. Bambang Pin Irwanta, MM memberikan sambutan dalam rangka menanggapi Kunjungan Komisi II DPRD Kabupaten Tabalong di Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Kab. Bantul.

Jumat (27/01) Komisi II DPRD Kab.Tabalong, Kalimantan Selatan melakukan kunjungan kerja ke Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (Diperpautkan) Kab. Bantul terkait Budidaya Ikan Air Tawar. Disambut oleh Sekretaris Dinas Ir. R. Bambang Pin E., MM. dan Kabid. Kelautan dan Perikanan, Istriyani, S.Pi., MM.

Rombongan merupakan anggota Komisi II terdiri sejumlah fraksi dengan Ketua Komisi II Diyah Susana T., STP. serta dari Dinas Tanaman Pangan, Peternakan, dan Perikanan Tabalong. Kabupaten Tabalong sendiri merupakan bagian paling utara dari Provinsi Kalimantan Selatan, seluas 3.496 km² terdiri atas 122 Desa dan 12 Kecamatan.

Dalam sambutannya, Ir. R. Bambang Pin E., MM. menyampaikan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, kewenangan penyelenggaraan penyuluhan perikanan nasional dan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat kelautan dan perikanan, termasuk dalam hal ini status kepegawaian penyuluh perikanan dialihkan dari daerah ke pusat, di Kab. Bantul ada peralihan 10 penyuluh perikanan ke pusat .

Kabid Perikanan menyampaikan Kab. Bantul memiliki lahan budidaya seluas 65,63 Ha; satu Kawasan minapolitan di Kec. Pandak; 4 Balai Benih Ikan dengan komoditas unggulan nila, tawes, ikan mas, gurami; 506 Kelompok Pembudidaya Ikan; 163 Unit Pembenihan Rakyat; 163 Kelompok Pengolah dan Pemasar. Kegiatan unggulan yang ada yaitu Pengembangan pakan ikan mandiri, penyediaan induk dan benih unggul melalui program Gerakan Pembinaan Induk Unggul, pengembangan sentra perikanan budidaya, permodalan dan kemitraan, pengembangan sarana prasarana perikanan budidaya, pengembangan SDM dan kelembagaan kelompok, pengawasan kesehatan ikan dan lingkungan serta kaji terap teknologi budidaya.

Peran strategis perikanan budidaya di Kab. Bantul antara lain sebagai penggerak ekonomi produktif pedesaan (Makarya  Bangun Desa)  untuk mewujudkan misi  “Meningkatkan kesejahteraan masyarakat  yang difokuskan pada percepatan pengembangan perekonomian rakyat”; sebagai  lapangan kerja baru, mengentaskan kemiskinan; mengatasi  keterbatasan lahan di  Kab. Bantul dengan  “slogan :  ADA LAHAN, ADA AIR, ADA IKAN” bahwa seberapapun luasnya lahan asalkan ada air maka dapat untuk kegiatan budidaya; mendukung  Pola makan  gizi seimbang dengan “wajib makan ikan” setiap hari yang tidak dapat digantikan oleh bahan pangan lainnya.

Dijelaskan pula tentang program dan kegiatan yang telah dijalankan di Kab. Bantul, antara lain Penggunaan Induk dan Benih Unggul (GAUL), penguatan BBI,  teknologi budidaya pembesaran sistem padat tebar /intensifikasi dengan bioflok/probiotik, ekstensifikasi lewat Minapadi, Pemanfaatan lahan kurang produktif Ikan di lahan pekarangan (Mina Kera), penumbuhan pelaku baru berbasis penguatan mental wirausaha dengan mendorong agar pelaku fokus pada pekerjaannya di sektor perikanan agar  menginspirasi generasi muda dalam menggeluti bidang perikanan. Penguatan kapasitas usaha  dan kelembagaan melalui   pembinaan dan  reward/lomba.

Untuk menjamin ketersediaan ikan di produsen maka telah diterapkan pola tebar di semua Kecamatan agar tatanan pasar terjaga. Di Bantul sendiri masih perlu ada kesinkronan antara produksi dengan produk olahan, untuk itu masih terbuka peluang Terkait pemasaran masih mengikuti sistem yang sudah terbangun dengan pedagang dari luar DIY, sehingga masih perlu terobosan untk menembus pasokan dari luar agar produsen dari Bantul bisa menjual. Sementara itu Aspaba (Asosiasi Pembenih Ikan) Projotamansari sudah mengirim benih sampai ke luar Pulau Jawa. Kunjungan ditutup dengan tukar cinderamata serta foto bersama. (PM)