Berita

Pelatihan Pengembangan Budidaya Kakao Tahun 2016 Di 5 Kelompok Tani Desa Terong

Kamis Kliwon, 22 September 2016 09:20 WIB 3308

foto
Bapak Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul Ir. Pulung Haryadi, M.Sc bersama para peserta Pelatihan Pengembangan Budidaya Kakao Tahun 2016 di Desa Terong. (Tirta)

Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul melalui seksi Perkebunan di Bidang Perkebunan dan Hortikultura telah melaksanakan Kegiatan Pengembangan Agribisnis Perkebunan berupa “Pelatihan Pengembangan Budidaya Kakao Tahun 2016” pada tanggal 18 Agustus - 1 September 2016 di 5 Kelompok Tani Desa Terong, Dlingo, Bantul.  Kelompok tani yang mengikuti kegiatan tersebut antara lain : Kelompok Tani “Kebokuning”, Kelompok Tani “Tani Makmur” Pancoran, Kelompok Tani “Akur” Terong II, Kelompok Tani ”Sedyo Maju” Pencitrejo, dan Kelompok Tani “Kismo Mudo” Rejosari. Pada kegiatan ini Masing-masing kelompok tani mendapatkan fasilitas benih kakao 12.000 benih, pupuk organik, polybag, dan peralatan (hand sprayer, bambu, gunting pangkas, cangkul) untuk penanaman kakao 10 Ha/ kelompok tani dengan luas areal pengembangan pada tahun ini mencapi 50 Ha.

Pelatihan Pengembangan Budidaya Kakao pada tahun ini menghadirkan narasumber dari Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul, BKP3 Kabupaten Bantul, Fakultas Pertanian UGM,  BSPMBPTKP Dishutbun DIY, BP3K Kecamatan Dlingo.

Para petani mendapatkan materi pelatihan tentang Kebijakan Perkebunan Kabupaten Bantul, Pengembangan Agribisnis kakao; Pengelolaan Lahan dan Air; Pengenalan dan Pengendalian OPT; Praktek Pembuatan Trichoderma; Pembibitan dan Pemeliharaan Bibit Kakao; Praktek Pembibitan; Persiapan lahan, Penanaman, pemupukan, Pemangkasan; Praktek Persiapan lahan, penanaman dan pemangkasan; Penguatan Kelembagaan Kelompok Tani; Praktek Pembuatan Pupuk Organik Cair; Administrasi dan Pembukuan Kelompok Tani; Rencana Tindak Lanjut.

Dengan adanya pelatihan ini diharapkan komoditas kakao di Kabupaten Bantul dapat berkembang pesat. Prospek kakao sangat terbuka lebar untuk pasar domestik maupun internasional. Adanya Pabrik coklat Monggo dan Coklat Tugu Di Kota Yogyakarta merupakan pasar terdekat yang masih membutuhkan bahan baku yang sangat banyak. Upaya dengan peningkatan luasan areal, peningkatan produksi dan kualitas kakao. Budidaya tanaman kakao (Theobroma cacao L.) tidak sulit, dapat di katakan mudah didalam budidayanya sampai dengan pasca panennya. (TauP)