Berita

Sosialisasi Sertifikasi Lahan Tembakau

Rabu Kliwon, 20 April 2016 13:57 WIB 3087

foto

Senin (21/03) yang lalu bertempat di KT Bumi Mukti, Srunggo II, desa Selopamioro dilaksanakan sosialisasi sertifikasi lahan tembakau dari sumber dana Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Tahun 2016 ini Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul melalui seksi Perkebunan di Bidang Perkebunan dan Hortikultura dalam kegiatan Pengembangan Agribisnis Tembakau selain melaksanakan pelatihan GAP, PPHP dan demplot GAP tembakau juga menganggarkan sertifikasi lahan tembakau seluas 100 bidang. Selain di KT Bumi Mukti juga dilaksanakan sosialisasi di KT Wonorejo, Srunggo I pada 22 Maret 2016 dan  KT Sarimulyo, Kalidadap II, Selopamioro pada tanggal 23 Maret 2016.

 

Sertifikasi lahan pertanian adalah sub komponen dari komponen kegiatan legalisasi aset. Objek kegiatan ini adalah tanah yang dimiliki/dikuasai oleh petani dengan subjek kegiatan petani. Sertifikasi lahan pertanian pada hakekatnya merupakan proses adminstrasi pertanahan yang meliputi adjudikasi (pengukuran, pemetaan, pengumpulan data yuridis, pengumuman, penetapan/pemberian hak), pendaftaran tanah dan penerbitan sertipikat hak atas tanah. Sertifikasi lahan pertanian dimaksudkan untuk memberikan kepastian hukum kepemilikan tanah bagi petani, sehingga dapat digunakan untuk mengembangkan modal usaha. Selain itu sertifikasi lahan juga dimaksudka untuk mengendalikan laju alih fungsi lahan pertanian ke peruntukan lainnya.

 

Sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Bantul, kasi Pengendalian dan Pemberdayaan Masyarakat Tony Warman, A.Ptnh, MPA dan Kasubsi Pendaftaran Hak Sumantri Hery Prasetya, S.Ptnh yang memaparkan tentang sertifikasi lahan meliputi syarat sertifikasi yang dikumpulkan, batas pengumpulan persyaratan, batas waktu pemasangan pathok. Targetnya proses sertifikasi lahan tembakau ini selesai di akhir 2016. (deSh)