Berita

Koordinasi Pengembangan Kawasan Hortikultura

Rabu Kliwon, 20 April 2016 13:56 WIB 3367

foto

Komoditas cabai merah, bawang merah dan jeruk merupakan komponen penyumbang inflasi yang cukup signifikan. Dimana meskipun terjadi kenaikan harga, jumlah konsumsi tidak akan berkurang drastis karena perilaku konsumen yang tidak mudah melakukan substitusi terhadap komoditas ini sehingga barang harus selalu ada di pasaran. Sementara kendala dari sisi pasokan, permasalahan tata niaga dan distribusi menyebabkan pasokan terhambat. Terhambatnya pasokan ini dapat memicu kenaikan harga sehingga dapat menimbulkan inflasi. Dapat dilihat melalui fenomena musiman dengan turun drastisnya harga cabai dan bawang saat panen raya serta melambung-naiknya harga cabai dan bawang ketika persediaan komoditas kurang.

 

Kementerian Pertanian RI sendiri telah melaksanakan berbagai upaya secara nasional untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satu upaya adalah pengembangan kawasan mandiri untuk komoditas bawang merah dan cabai yang dilaksanakan dengan adanya bantuan adanya bantuan sarana dan prasarana produksi mulai dari pupuk, pascapanen, SL PHT, SL GAP/GHP, mengembangkan varietas unggul baru mulai dari memproduksi benihnya, mendistribusikannya, hingga melakukan diseminasi di daerah masing-masing, registrasi lahan usaha, demplot percontohan, pendampingan di daerah-daerah yang menjadi fokus pengembangan cabai dan bawang.

 

Jumat (08/04) yang lalu dilaksanakan koordinasi fasilitasi pengembangan kawasan cabai rawit dan bawang merah di Aula Dipertahut. Koordinasi ini mengundang kelompok pembudidaya komoditas bawang merah dan aneka cabai dari 15 kecamatan untuk musyarawah tentang fasilitasi yang akan dibiayai oleh APBN 2016. Menurut kepala Seksi Hortikultura Bidang Perkebunan dan Hortikultura Dipertahut, RM Yohanes Arybowo, SP strateginya adalah dengan menambah produksi dimana inflasi terjadi yaitu pada saat-saat tidak produksi atau di luar musim (off season).  

 

Hal senada juga dilaksanakan Bank Indonesia melalui kerja samanya dengan Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Pertanian dan Kehutanan serta BKP3 Bantul dalam pengembangan kalster bawang merah dan UMKM yang melaksanakan budi off season bawang merah mulai Desember 2015 yang lalu. Kerja sama ini dilanjutkan dalam bidang pemasaran dengan tujuan meningkatkan posisi tawar petani terhadap pedagang melalui sistem lelang saat on season dengan melibatkan pedagang lokal. (desH)