Berita

Dipertahut Adakan Lomba Tajarwo Berhadiah Traktor

Rabu Pon, 13 April 2016 12:48 WIB 2992

foto

Peningkatan produksi dan produktivitas tanaman pangan merupakan sasaran Dinas Pertanian dan Pertanian Kabupaten Bantul. Salah satu teknologi yang dapat diterapkan dalam peningkatan produksi dan produktivitas padi adalah sistem tanam padi jajar legowo. Prinsip dari sistem tanam jajar legowo adalah meningkatkan populasi tanaman dengan mengatur jarak tanam sehingga pertanaman akan memiliki barisan tanaman yang diselingi oleh barisan kosong. Sistem tajarwo ini merupakan salah satu rekomendasi dalam Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) dengan keuntungan populasi tanaman 30% lebih tinggi dengan adanya intensitas sinar matahari yang lebih tinggi, mempermudah pemeliharaan, pemupukan dan pengendalian hama penyakit.

   

Dalam rangka untuk memotivasi kelompok tani dalam meningkatkan produksi dan produktivitas padi yang dibudidayakan melalui teknologi tanam jajar legowo, tahun 2016 ini Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul melalui kegiatan Peningkatan Produksi Tanaman Pangan dengan sumber dana APBD kabupaten melakukan lomba tajarwo dengan lima kelompok tani terbaik akan menerima hadiah berupa handtraktor.

 

Senin (11/04) yang lalu dilaksanakan penilaian ubinan lomba tajarwo di KT Dagen, Pendowoharjo, Sewon. Di kecamatan Sewon tajarwo 4:1 yang dilaksanakan adalah seluas 16 Ha dengan hasil ubinan rata-rata 92,20 ku/ha dengan varietas PP. Jajar legowo 4:1 memiliki pengertian setiap tiga baris tanaman padi diselingi satu barisan kosong dengan lebar dua kali jarak dalam barisan. Demikian seterusnya sehingga jarak tanam yang dipinggir setengah dari jarak tanam yang ditengah.

 

Selain tujuan peningkatan produksi, maksud dan tujuan dilaksanakannya lomba adalah pembinaan kelembagaan kelompok tani, percepatan penyerapan pengetahuan teknologi tanam jajar legowo, pembinaan tugas pendamping di lapangan serta pemberian penghargaan kepada kelompok tani untuk ber peran aktif dalam penerapan teknologi tanam padi jajar legowo

 

Dalam mekanisme perlombaan, setiap kecamatan mengusulkan satu kelompok tani terpilih untuk mewakili kecamatan mengikuti lomba di tingkat kabupaten dengan penilaian tim kecamatan yang terdiri dari mantri tani, muspika dan petugas lapangan. Aspek yang dinilai dalam lomba tajarwo berhadiah traktor ini antara lain aspek administrasi, teknis budidaya, ekonomi dan sosial. Persyaratan kelompok tani peserta lomba meliputi sudah terdaftar di BKPPP dengan susunan kepengurusan lengkap dan aktif menjalankan program kerjanya, belum pernah menjadi pemenang lomba tanam padi jajar legowo, telah melaksanakan tanam padi dengan teknologi jajar legowo sekurang-kurangnya 5 tahun dan terdapat aktivitas fisik di lapangan. (deSh)