Berita

Sosialisasi Pengembangan Kakao di Terong Dlingo

Jumat Pon, 8 April 2016 12:15 WIB 2667

foto

Menurut data yang dilansir dari Pusdatin Kementerian Pertanian RI tahun 2014, kakao (Theorema cacao L.) merupakan salah satu komoditas unggulan sub sektor perkebunan yang secara konsisten berperan sebagai sumber devisa negara dengan kontribusi yang sangat penting dalam struktur perekonomian Indonesia. Komoditi kakao juga menjadi penyedia lapangan pekerjaan karena mampu menyerap tenaga kerja yang cukup besar. Dari sisi luas areal, kakao menempati luas areal keempat terbesar di Indonesia untuk sub sektor perkebunan setelah kelapa sawit, kelapa dan karet dengan sumbangan devisa ketiga terbesar setelah kelapa sawit dan karet.

 

Meskipun menjadi komoditi unggulan, secara umum usaha tani kakao rakyat masih memiliki kekurangan diberbagai aspek seperti budidaya pemeliharaan, panen/pasca panen, pengolahan hingga pemasaran. Secara garis besar permasalahan pada agribisnis kakao adalah (1) produksi dimana kuantitas dan produktivitas kakao mengalami penurunan akibat serangan hama penggerek buah kakao; (2) diversifikasi dimana petani kakao kurang memperhatikan jenis komoditas lain untuk mengurangi resiko kegagalan; (3) pasca panen dimana mutu kakao rendah yang menyebabkan harga jualnya juga rendah; (4) belum optimalnya pengembangan produk hilir kakao; (5) pemanfaatan limbah kakao yang belum optimal untuk pupuk dan pakan ternak; (6) sarana dan prasarana kurang optimal dan (7) kelembagaan kelompok tani belum berfungsi optimal dan keberadaan lembaga penyedia modal masih terbatas.

 

Untuk mengatasi permasalahan tersebut Dinas Pertanian dan Kehutanan sejak tahun 2015 yang lalu telah melaksanakan kegiatan Pengembangan Agribisnis Perkebunan komoditas kakao. Dimana tahun 2015 yang lalu, dua dusun di Desa Terong menerima pelatihan dan penanaman 25.000 bibit kakao yaitu kelompok Sumber Mulyo, Ngenep dan kelompok Mulyosari, Sendangsari.

 

Tahun 2016 ini lima kelompok tani di Desa Terong menerima kegiatan yang sama meliputi kelompok Akur, Terong II (ketua Prayitno); kelompok Kismo Mudo, Rejosari (ketua Ngadiyono); kelompok Sedyo Maju, Pencitrejo (ketua Kasdi Wiyanto); kelompok Tani Makmur, Pancuran (ketua Sugiyono) dan kelompok Kebo Kuning, Kebo Kuning (ketua Asngari). Rabu (06/04) yang lalu dilaksanakan sosialisasi di aula Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul yang dihadiri Sekcam Kecamatan Dlingo, lurah Desa Terong, Kepala Dusun dari lima pedukuhan penerima kegiatan, perwakilan dari kelompok tani penerima, penyuluh swadaya Desa Terong, penyuluh koordinator, dan mantri tani Kecamatan Dlingo.

 

Mei mendatang direncanakan akan dilaksanakan sosialisasi di tingkat desa Terong dan penentuan kapan pelatihan akan dilaksanakan. Dua kelompok di Desa Terong yang belum mendapatkan kegiatan meliputi kelompok Sido Maju, Saradan dan kelompok Guyup Rukun, Terong I rencananya akan mendapat kegiatan serupa tahun anggaran mendatang. (deSh)