Berita

Bimtek Pengolahan Gula Kelapa

Selasa Pahing, 24 November 2015 09:17 WIB 3240

foto

 

Tanaman kelapa merupakan tanaman yang kaya manfaat, mulai dari ujung daun sampai ujung akarnya dapat dimanfaatkan untuk menunjang kesejahteraan umat manusia. Keluarga palmae seperti kelapa, aren dan siwalan dikenal sebagai tanaman yang bisa memberikan hasil dari buahnya, dan dapat menghasilkan gula yang terkenal dengan sebutan gula jawa. Gula merupakan salah satu bahan makanan pokok penduduk Indonesia yaitu sebagai salah satu sumber kalori dan rasa manis. Gula jawa atau gula kelapa dihasilkan dari penguapan nira pohon kelapa (Cocos nicifera Linn).

 

Gula kelapa dikenal sebagai “Gula Jawa” yang dihasilkan dari penguapan nira pohon kelapa (Cocos Nucifera L). Nira pohon kelapa diperoleh dari penyadapan bunga kelapa (mayang) yang diiris tangkai bunganya, sehingga keluar nira tetes demi tetes. Nira yang diambil disaring kemudian dimasak pada suhu 110 derajat Celsius sambil dilakukan pengadukan sampai pada pemekatan (brix), kemudian dicetak hingga akhirnya menjadi gula kelapa.

 

Pekan lalu dilaksanakan bimbingan teknis pengolahan gula kelapa selama 4 hari, 16 -19 November 2015 bertempat di Kelompok Tani Ngudi Mulyo, Butuh Kidul, Triwidadi, Pajangan dengan peserta 30 orang. Bimtek yang didanai dari dana APBN Kemeterian Pertanian Direktorat Jenderal PPHP menghadirkan narasumber dari Dipertahut Bantul, Dishutbun DIY, BKP3, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul.

 

Dengan pelaksanaan tiga hari teori dan hari terakhir dilaksanakan studi lapangan ke KUB Tiwi Manunggal, Kokap, Kulon Progo. Masih rangkaian dari kegiatan bimtek ini juga dilaksanakan pembangunan 1 unit rumah produksi senilai Rp 140.000.000,- dan pemberian 1 paket peralatan gula kelapa senilai Rp 40.000.000,-. Selain rumah produksi dan peralatan, juga diberikan fasilitasi untuk pengurusan ijin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) dan sertifikasi halal oleh MUI yang pelatihannya dilaksanakan Sabtu (21/11) yang lalu.

 

Menurut Kepala Seksi Perkebunan Bidang Perkebunan dan Hortikultura Dipertahut Bantul, Ir. Ishartati, MMA diharapkan akan ada nilai tambah dari produk kelapa, diversifikasi produk baik bentuk dan rasa serta pengemasan yang juga difasilitasi dari dana APBN ini. Menurut beliau, daerah Butuh Kidul merupakan salah satu sentra penghasil kelapa di Kabupaten Bantul yang diharapkan dengan adanya rumah produksi mampu memfasilittasi kelompok-kelompok dan industri rumah tangga pengolah gula kelapa untuk menghasil produk yang lebih berkualitas untuk memenuhi permintaan pasar. (deSh)