Berita

Sosialisasi TUHH kepada Penerbit SKAU Kabupaten Bantul

Selasa Pahing, 24 November 2015 08:59 WIB 3176

foto

Penatausahaan hasil hutan pada hutan hak dimaksudkan untuk ketertiban peredaran hasil hutan hak dan bertujuan untuk melindungi hak privat serta kepastian hukum dalam pemilikan/penguasaan dan pengangkutan hasil hutan yang berasal dari hutan hak. Penatausahaan hasil hutan yang berasal dari hutan hak ini adalah kegiatan yang meliputi pemanenan, pengukuran dan penetapan jenis, pengangkutan / peredaran. Hal ini diungkapkan Kepala Seksi Penatausahaan Hasil Hutan, Dinas Kehutanan dan Perkebunan DIY, Ir. Pramono Bodi Utomo saat memberikan materi sosialisasi  Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.21/MenLHK-II/2015 tentang Penatausahaan Hasil Hutan yang berasal dari hutan hak.

 

 

Acara sosialisasi Tata Usaha Hasil Hutan (TUHH) dilaksanakan Rabu (18/11) lalu bertempat di aula Dipertahut dengan menghadirkan peserta penerbit SKAU dari desa/lurah/perangkat desa, penyuluh kehutanan, wasganis PHPL dan staf bidang Kehutanan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul.

 

Selain penatausahaan hasil hutan yang berasal dari hutan hak, Seksi Tata Usaha dan Pengamanan Hasil Hutan Dipertahut Bantul, Ir. Totok Teguh Santosa, MMA memberikan materi sosialisasi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.13/MenLHK-II/2015 tentang Izin usaha Industri Primer Hasil Hutan.

 

Industri primer hasil hutan ada 2 jenis meliputi industri primer hasil hutan kayu dan industri primer hasil hutan bukan kayu. Industri primer hasil hutan kayu atau IPHHK adalah pengolahan kayu bulat dan/atau kayu bahan baku serpih menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Jenis IPHHK terdiri dari industri penggergajian kayu dengan ragam produk antara lain kayu gergajian dan palet kayu; industri panel kayu; industri biomassa kayu dan industri serpihan kayu (wood chips). Industri primer hasil hutan bukan kayu atau IPHHBK adalah pengolahan hasil hutan berupa bukan kayu menjadi setengah jadi atau barang jadi. IPHHBK berupa pengolahan bahan baku yang berasal dari hasil hutan bukan kayu yang dipungut langsung dari hutan antara lain pengolahan rotan, sagu, nipah, bambu. kulit kayu, daun, buah atau biji dan getah. (deSh)