Berita

Pengawasan Qurban 75 desa di Kabupaten Bantul

Senin Kliwon, 28 September 2015 15:15 WIB 2971

foto

Menjadi agenda tahunan bagi Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul untuk melaksanakan pengawasan qurban di tempat-tempat pemotongan hewan qurban di 75 desa di seluruh wilayah Kabupaten Bantul. Perayaan Hewan Qurban tahun 2015 ini Dipertahut menerjunkan sekitar 150 orang petugas dengan bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Hewan UGM melibatkan sekitar 50 orang mahasiswa dan 100 orang petugas dari Kesehatan Hewan dan Kader Keswan. Pengawasan dilakukan dari pelaksaan Hari Raya Idul Adha hingga H+3.

 

Dari laporan yang masuk hingga Senin (28/09) pagi, dari 1.105 tempat pemotongan ditemukan kasus cacing hati pada sapi 138 kasus (pemotongan 3.490 ekor), 13 kasus pada kambing (pemotongan 3.339 ekor), 3 kasus pada domba (pemotongan 3.835 ekor). Baru sekitar 65% laporan yang masuk dan diperkirakan masih akan bertambah.

 

Menurut Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner, drh. Witanta terdapat beberapa kasus di lapangan yang harus mendapatkan perhatian seperti beberapa titik pemotongan hewan qurban yang masih melakukan pencucian jeroan hewan qurban di sungai. Hal ini ternyata menjadi salah satu faktor penyebaran penyakit cacing hati.

 

Fasciolis adalah penyakit zoonosa yang disebabkan parasit cacing Fasciola gigantica maupun Fasciola hepatica. Cacing ini dapat menyerang sapi, kambing, domba dan ruminansia lain. Parasit ini bersifat hematopagus (pemakan darah) berkembang dan menetap pada saluran empedu. Cacing ini bertelur dan dibawa cairan empedu ke usus. Telur cacing hati di saluran pencernaan ternak yang dicuci di sungai irigasi terbawa arus sungai masuk ke sawah dan menempel di pangkal tanaman padi. Apabila kemudian jerami ini menjadi pakan dari ternak lain akan melanjutkan daur hidup dari cacing hati ini. Sapi yang terserang cacing hati dapat dipotong dan dikonsumsi namun jaringan yang terserang terutama hati sebaiknya dimusnahkan dengan dibakar atau dikubur.

 

 Secara keseluruhan pelaksanaan Qurban tahun ini telah jauh lebih baik, kesadaran masyarakat yang tinggi tentang kesehatan daging dan ternak yang akan dijadikan hewan qurban. Masyarakat secara aktif akan melapor pada dinas atau petugas apabila ditemukan kelainan dari daging atau hewan qurban mereka. (deSh)