Berita

Bimtek Pemotongan Hewan Qurban

Senin Legi, 14 September 2015 08:06 WIB 3349

foto

Rabu (09/09) lalu dilaksanakan bimtek pemotongan hewan qurban di aula Dipertahut yang diikuti peserta 50 orang takmir masjid di Kabupaten Bantul. Materi yang diberikan meliputi kebijakan pemotongan hewan qurban di Kabupaten Bantul dan aplikasi penerapan kesejahteraan hewan (kesrawan) dan higienitas daging pada hewan qurban. Acara ini juga menghadirkan narasumber H. Muhlasin, S.Ag. M.Si dari Kementerian Agama Kabupaten Bantul yang memaparkan tentang pemotongan dan pembagian daging hewan qurban yang sesuai syariat Islam.

 

Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner Bidang Kesehatan Hewan Dipertahut Bantul, drh. Witanta menyampaikan aspek upaya penyediaan daging qurban dipengaruhi oleh aspek hewan, tempat, peralatan dan manusia. Tujuan akhirnya adalah untuk mendapatkan daging qurban yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh, Halal). Aman dalam hal tidak mengadnung bibit penyakit, racun dan unsur lain yang berbahaya dan mengganggu kesehatan manusia. Sehat dalam arti mengandung zat yang berguna bagi kesehatan dan pertumbuhan tubuh. Utuh dalam hal tidak dicampur dengan bagian lain dari hean tersebut atau bagian dari luar selain yang dinyatakan dalam keterangan produk, serta halal dalamarti disembelih dan ditangani sesuai dengan syariat agama Islam.

 

Dipaparkan pula tentang syarat hewan qurban, penanganan hewan sebelum disembelih, syarat pemotong hewan, syarat peralatan dan sarana, pemeriksaan sebelum dipotong, penanganan setelah disembelih, penanganan daging qurban dari aspek higienitas dan sanitasi.

 

Berkaitan dengan ibadah qurban yang akan dilaksanakan September ini, pada tanggal 8 Spetember 2015 yang lalu Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul juga diundang sebagai narasumber dalam acara tutorial ibadah qurban secara syar’i dan higienis di Masjid At Taqwa di dusun Seyegan, Srihardono, Pundong Bantul. Dalam kesempatan tersebut drh. Witanta berkesempatan mewakili dinas untuk memberikan materi tentang hal tersebut kepada masyarakat setempat. (deSh)