Berita

Koordinasi Pengembangan Agribisnis Tembakau

Kamis Legi, 11 Juni 2015 09:22 WIB 2963

foto
tanaman tembakau

Selasa (09/06) dilaksanakan koordinasi pengembangan agribisnis tembakau di aula Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul dengan mengundang anggota PAC-APTI “Dadi Mulyo” (Pengurus Anak Cabang Asosiasi Petani Tembakau Indonesia) kecamatan Pleret. Koordinasi ini membahas rencana pembangunan  gudang tembakau di Purworejo, Wonolelo, Pleret dengan sumber dana Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT). Selain dari anggota PAC-APTI kecamatan Pleret, koordinasi ini mengundang Dinas PU, pihak rekanan dari CV Srikandi Mataram, konsultan perencana, konsultan pengawas, pihak kecamatan Pleret dan Desa Wonolelo serta Dipertahut.

 

Acara dibuka oleh Kepala Bidang Perkebunan dan Hortikultura, Ir. Sugeng Santosa dilanjutkan pembicara lainnya. Dalam koordinasi ini terungkap izin lokasi gudang telah dikeluarkan desa dengan diketahui BPD desa Wonolelo di atas tanah kas desa seluas 200 m2 dan masih dalam proses perizinan hingga gubernur. Pengelolaan gudang dalam rangka pengolahan dan pemasaran tembakau wilayah kecamatan Pleret sendiri dilaksanakan oleh KUB Ngudi Mulyo dengan ketua Bapak Ponidi.

 

Dari kegiatan Pengembangan Agribisnis Tembakau yang bersumber dari DBHCHT tahun anggaran 2015 ini selain pembangunan gudang tembakau di Wonolelo, dilaksanakan pula pembangunan 2 unit embung untu KT Bumi Mukti, Srunggo II, Selopamioro dan KT Ngudi Makmur, Nogosari, Selopamioro, Imogiri. Selain itu dilaksanakan juga pembangunan jalan usaha tani sepanjanga 1 km yang diterima oleh KT Sari Mulyo, Kalidadap II, Selopamioro dan KT Sumber Baru, Kajor Wetan, Selopamioro, Imogiri; sertifikasi lahan petani tembakau 100 bidang; pelatihan GAP tembakau sebanyak 5 angkatan dan pelatihan pengolahan dan pemasaran tembakau yang direncanakan bulan Agustus-September mendatang.

 

DBHCHT selain digunakan untuk peningkatan mutu bahan baku, juga dapat dimanfaatkan untuk melakukan proyek percontohan yang dapat menghasilkan varietas tembakau yang memiliki kandungan nikotin rendah dengan memanfaatkan lembaga-lembaga Litbang serta mengefisienkan penanganan panen dan pasca panen bahan baku maupun penguatan kelembagaan kelompok tani tembakau.  (deSh)