Berita

Gerakan Pengendalian Tikus di Sedayu

Selasa Pahing, 24 Maret 2015 10:11 WIB 3386

foto

Tikus sawah (Ratus argentiventer) termasuk hama yang relatif sulit dikendalikan. Perkembangbiakan dan mobilitas tikus yang cepat serta daya rusak pada tanaman padi yang cukup tinggi menyebabkan hama tikus selalu menjadi ancaman pada pertanaman padi. Kehilangan akibat serangan tikus sangat besar, karena menyerang tanaman sejak padi di persemaian hingga menjelang panen. Berawal dari laporan yang masuk ke Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul oleh kelompok tani Marsudi Lestari, Jurug, Argosari, Sedayu tentang adanya lahan yang tidak diusahakan selama 4 tahun di kecamatan Sedayu karena serangan tikus pada awalnya, mulai tahun 2015 ini mulai diusahakan kembali .

 

Penanganan lahan bero seluas 14,7 Ha di bulak Jangkrikan, Jurug, Argosari, Sedayu dilaksanakan dengan partisipasi aktif dari instansi terkait, masyarakat, pihak pemerintah desa, akademisi dari UGM, BPTP dan TNI untuk mengupayakan lahan agar dapat berproduksi kembali. Kegiatan dimulai pada bulan Maret ini, berupa persipanan tanam melalui gerakan pembersihan lahan yang dilaksanakan secara gotong royong. Selain itu Minggu (22/03) yang lalu  dilaksanakan gerakan pengendalian tikus bersama melalui pengemposan dan pemasangan TBS (Trap Barrier System) berupa plastik penahan tikus. Melalui kegiatan pengendalian tikus ini diharapkan mampu mengendalikan populasi tikus yang mengganggu komoditas tanaman pangan terutama padi.

 

Setelah pembersihan lahan dan pengendalian hama tikus, ditargetkan hari-hari mendatang dilaksanakan persiapan tanam agar dapat panen di bulan Juli dengan harapan mampu menyumbang 7 ton GKP/ha dengan frekuensi 2 x tanam dalam dalam pencapaian target swasembada pangan di Kabupaten Bantul. Bantuan lain yang diberikan meliputi perbaikan jaringan irigasi dan bantuan stimulan berupa pupuk  (deSh)