Berita

Panen Raya Ubi Jalar Lahan Pasir

Kamis Legi, 26 Februari 2015 10:02 WIB 5130

foto

Ubi jalar atau ketela rambat (Ipomoea batatas L.) adalah sejenis tanaman budidaya dengan akarnya yang membentuk umbi dengan karbohidrat tinggi. Selain dimanfaatkan umbinya, daun muda ubi jalar juga dibuat sayuran. Ubi jalar dibudidayakan melalui stolon/batang rambatnya dengan cara penanaman dan  pemeliharaan yang cukup mudah. Ubi jalar akan tumbuh baik bila lahan terkena matahari langsung, pemeliharaan dari gulma dan  pemberian pupuk akan menambah hasil panen yang lebih bagus.

 

Rabu (25/02) yang lalu dilaksanakan panen raya ubi jalar di KT Pasir Makmur, Tegalrejo, Srigading, Sanden oleh Kepala Dipertahut Kabupaten Bantul, Partogi Dame Pakpahan, BE. SE. M.Si, dan jajarannya beserta Camat Sanden, Kodim, Koramil,Polair, Polsek dan Polanal. Dengan luas budidaya total seluas 4 ha, budidaya ubi jalar ini merupakan rangkaian kegiatan dari Bidang Tanaman berupa Program Peningkatan Produksi Pertanian / Perkebunan Kegiatan Penyuluhan Peningkatan Produksi Pertanian / Perkebunan tahun anggaran 2014 yang lalu.

 

Kegiatan ini didahului dengan pelatihan pengembangan budidaya ubi jalar ungu berupa Sekolah Lapang di KT Pasir Makmur, Tegalrejo, Srigading, Sanden dengan ketua Bapak Sumarno. Hasil dari budidaya ubi jalar lahan pasir ini ternyata tidak kalah dibanding dengan budidaya di tanah biasa. Dengan hasil ubinan ubi jalar jenis madu kuning 16,8 ton/ha dan jenis Sopongiro 15,2 ton/ha, komoditas ini tentu saja sangat potensial untuk dikembangkan di wilayah Kabupaten Bantul.

 

Budidaya ubi jalar di lahan pasir ternyata memiliki keunggulan diantaranya biaya pengolahan lahan yang lebih murah, OPT yang lebih sedikit, dan produk yang lebih baik dengan bentuk dan ukuran lebih seragam sehingga memudahkan grading. Menurut Kepala Bidang Tanaman Pangan Dipertahut, Ir. Yunianti Setyorini, M.Sc kegiatan yang masih berlanjut di tahun 2015 ini bertujuan mendukung OVOP (One Village One Product) di Desa Srigaing, Sanden serta diversifikasi pangan dengan mengangkat bahan pangan lokal setempat. (deSh)