Berita

Pelatihan Kader Pertanian Bagi Para Babinsa

Senin Legi, 16 Februari 2015 09:37 WIB 3581

foto

Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) meliputi hama, penyakit dan gulma merupakan resiko yang harus dihadapi dalam setiap budidaya tanaman. Masalah OPT tidak timbul begitu saja dan tidak mendadak. Ledakan OPT terjadi karena kombinasi antara faktor tanaman, OPT dan lingkungan yang saling mendukung. Jenis OPT yang menyerang tanaman sangat  banyak. Ada yang merusak bagian tanaman tertentu, ada yang merusak hampir seluruh bagian tanaman. Kehadirannya ada yang membahayakan pada fase tertentu, ada pula yang merusak sepanjang pertumbuhan tanaman. Deteksi dini keberadaan OPT dan faktor pendukung di lapang penting dilakukan untuk kewaspadaan dan antisipasi selanjutnya, misalnya adanya jejak jalan, kotoran tikus, lubang aktif untuk tikus, penerbangan ngengat pada lampu perangkap, lampu listrik, telur di persemaian pada penggerek batang atau wereng coklat.

 

Hasil pengamatan membuktikan pengendalian OPT konvensional akan menimbulkan resistensi hama, tumbuhnya OPT sekunder, tercemarnya lingkungan serta residu pada produk. Untuk itu dilaksanakan strategi PHT (Pengendalian Hama Terpadu) yang meliputi pengelolaan ekosistem, pemanfaatan pengendalian alami, pengendalian fisik, mekanik, manipulasi lingkungan dan penggunaan pestisida secara bijaksana dengan prinsip budidaya tanaman sehat, pendayagunaan dan pelestarian musuh alami dan pengamatan secara teratur dengan penerapan PHT sejak pratanam, dilakukan sejalan dengan cara budidaya.

 

Materi tentang OPT dan PHT ini merupakan salah satu materi yang diberikan dalam Pelatihan Kader Pertanian Guna Pelaksanaan Khusus (UPSUS) pencapaian target produksi padi, jagung dan kedelai Kodim 0719/Bantul Tahun 2015. Acara ini diselenggarakan Kodim 0719/Bantul bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul sejak Kamis s.d Senin, 12 - 16 Februari 2015 bertempat di aula Makodim 0729 Bantul.

 

Pelatihan kepada para Babinsa Kodim 0729/Bantul pada kegiatan pelatihan kader pertanian guna pelaksanaan upaya khusus (upsus) pencapaian target produksi padi, jagung dan kedelai tahun 2015. Babinsa atau  Bintara Pembina Desa adalah salah satu kekuatan Kodam (Komando Daerah Militer) yang dinaungi secara berturut-turut oleh Komando Rayon Militer (Koramil), Komando Distrik Militer (Kodim), dan Komando Resort Militer (Korem) yang melaksanakan  fungsi pembinaan dan bertugas pokok melatih rakyat dalam penyuluhan bidang Hankam serta Pengawasan fasilitas dan prasarana Hankam di pedesaan. Tugas Babinsa berhubungan dengan perencanaan, penyusunan, pengembangan, pengerahan serta pengendalian potensi wilayah dengan segenap unsur gografi, demografi serta kondisi sosial untuk dijadikan sebagai ruang, alat, dan kondisi juang demi kepentingan Hankam Negara.

 

Acara dibuka oleh Komandan Kodim 0729 Bantul Letkol (kav) Tumadi, S.Sos, yang dilanjutkan paparan dari Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan, Partogi Dame Pakpahan, BE. SE. M.Si yang memaparkan tentang strategi peningkatan produksi dalam rangka swasembada pangan nasional.

 

Selain materi tentang OPT dan PHT diberikan juga materi tentang pengolahan lahan, penggunaan alsintan dan perawatannya, pengelolaan pupuk organik, pemilihan bibit unggul dan cara penanamannya serta teknik pendampingan bagi Babinsa dalam perbaikan irigasi serta pendistribusian pupuk. Senin (16/02) ini diagendakan untuk pelaksanaan praktek lapangan langsung di KT Babadan, Bantul, Bantul untuk pengolahan tanah. (deSh)