Berita

Gerakan Perbaikan Irigasi Bantul

Rabu Kliwon, 21 Januari 2015 08:56 WIB 3471

foto

Program nasional yang dicanangkan oleh Bapak Presiden Republik Indonesia untuk pencapaian swasembada pangan dilaksanakan melalui kegiatan utama meliputi pengembangan / rehabilitasi jaringan irigasi, optimasi lahan, Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT), perluasan areal tanam kedelai dan jagung, penyediaan bantuan benih pupuk dan alat mesin pertanian serta pengawalan/pendampingan oleh aparat TNI/penyuluh pertanian, peneliti dan perguruan tinggi.

 

Dalam rangka swasembada padi, jagung dan kedelai dilaksanakan pencanangan gerakan perbaikan irigasi melalui peletakan batu pertama secara serentak di seluruh Indonesia pada hari Selasa (20/01) lalu. Secara resmi Bapak Presiden RI juga melakukan pencanangan di Kabupaten Mempawah Propinsi Kalimantan Barat pukul 11.00 WIB. Hal ini sesuai dengan surat dari Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor B-147/SR.120/A/01/2015 tertanggal 16 Januari 2015 tentang Pencanangan Gerakan Perbaikan Irigasi yang ditujukan kepada Bupati, Kepala Dinas Propinsi dan Kabupaten/Kota serta Komandan Kodim di seluruh Indonesia.

 

Di Kabupaten Bantul sendiri Pencanangan Gerakan Perbaikan Irigasi dipusatkan di kelompok Tras Klodas, Selogedong, Argodadi, Sedayu dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Bantul, Hj. Sri Surya Widati. Acara ini mengundang jajaran dari Dinas Pertanian DIY, BPTP DIY, Bupati Bantul serta instansi terkait, Kodim, Camat, Danramil serta kelompok tani calon penerima perbaikan saluran irigasi di Kabupaten Bantul. Kelompok tani calon penerima kegiatan perbaikan saluran irigasi di Kabupaten Bantul direncanakan sejumlah 63 kelompok (15.000 ha) dengan pelaksanaan pekerjaan perbaikan irigasi direncanakan bulan Januari – Maret.

 

Target produksi tanaman pangan tahun 2015 Kabupaten Bantul meliputi 197.760 ton padi, 26.539 ton jagung dan 4.284 ton kedelai. Alokasi kegiatan dalam mendukung upaya swasembada pangan (padi, jagung, kedelai) yang dilaksanakan di Kabupaten Bantul meliputi rehabilitasi jaringan irigasi seluas 1.500 ha, optimasi lahan 500 ha, GP-PTT jagung 500 ha, GP-PTT kedelai 1.000 ha, bantuan alat mesin pertanian hand traktor 10 unit, dan pompa air 4 unit dari dana APBN 2015, serta bantuan subsidi benih padi, jagung dan kedelai. (deSh)