Berita

Program Penanganan Lahan Kritis dan Sumber Daya Air Berbasis Masyarakat di Desa Selopamioro

Senin Legi, 21 Juli 2014 14:18 WIB 4329

foto
Salah satu penyebab terjadinya lahan kritis adalah adanya tekanan penduduk untuk memanfaatkan lahan sebagai lahan budidaya pertanian yang diusahakan dengan tidak memperhatikan prinsip-prinsip konserasi lahan dan sumber daya air. Penanganan lahan kritis dan sumber daya air diperlukan berkaitan dengan usaha untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sehingga partisipasi masyarakat meningkat, ekonomi masyarakat meningkat dan konservasi lahan dan sumber daya air tercapai. Tujuan dari program Penanganan Lahan Kritis dan Sumber Daya Air Berbasis Masyarakat (PLKSDA-BM) adalah untuk memperbaiki lahan berpotensi kritis untuk menjadi lahan produktif yang menghasilkan nilai ekonomis dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin dengan melibatkan kerja sama multi pihak antara pemerintah, masyarakat, perguruan tinggi dan LSM Adapun sasaran dari Program ini antara lain adalah : 1. Meningkatkan produktivitas lahan 2. Terciptanya areal resapan air 3. Meningkatnya pendapatan masyarakat 4. Penguatan kelembagaan dan pemberdayaan masyarakat 5. Meningkatkan kerja sama multi pihak dan partisipasi masyarakat 6. Meningkatkan PAD dan hasil produktivitas lahan Program PLKSDA-BM Kabupaten Bantul dilaksanakan di dusun Nawungan I dan dusun Nawungan II, Selopamioro, Imogiri dengan jarak 17 km dari kota Yogyakarta seluas 34,74 ha mulai diimplementasikan sejak tahun 2013 dengan konsep agrowisata. Oleh sebab itu tanaman diatur berdasarkan blok/kelompok komoditas serta dengan memperhatikan kontur lokasi dengan jenis tanaman pokoknya adalah 5 komoditas yaitu alpukat, sirsak, durian, kelengkeng dan rambutan. Penentuan jenis kelompok komoditas (tanaman pokok) juga memperhatikan aspek syarat tumbuh sesuai jenis komoditas tanaman dengan perincian sebagai berikut : 1. Blok I dengan jenis tanaman alpukat sebanyak 1.050 pohon pada lahan seluas 7,02 ha 2. Blok II dengan jenis tanaman sirsat sebanyak 1.050 pohon pada lahan seluas 7,26 ha 3. Blok III dengan jenis tanaman durian sebanyak 700 pohon pada lahan seluas 7 ha 4. Blok IV dengan jenis tanaman kelengkeng sebanyak 700 pohon pada lahan seluas 6,92 ha 5. Blok V dengan jenis tanaman rambutan sebanyak 588 pohon pada lahan seluas 6,55 ha Dalam pengelolaan program PLKSDA-BM di lapangan adalah dengan melibatkan sekitar 115 orang petani yang tergabung dalam kelompok tani Lestari Mulyo dengan Bapak Tugimin sebagai ketua kelompok. Pengelolaan pada lahan seluas 34,74 ha dibagi menjadi 5 blok komoditas tanaman pokok. Selain menanam tanaman pokok dengan 5 jenis komoditas tanaman buah-buahan, petani juga menanam tanaman semusim sebagai tanaman sela, dengan jenis tanaman seperti kacang tanah, jagung dan cabe rawit. Hasil dari produksi tanaman sela yang merupakan tanaman semusim diharapkan dapat membantu meningkatkan taraf ekonomi petani sebelum mendapatkan hasil dari produksi dan panen tanaman pokok berupa buah-buahan.