Berita

Itik Turi Bantul Diakui Mentan

Selasa Pahing, 17 Juni 2014 14:19 WIB 3742

Ternak itik merupakan komoditas agribisnis yang cukup menjanjikan sebagai penghasil telur dan daging. Potensi pengembangannya cukup besar seiring dengan meningkatnya laju permintaan pasar akan ketersediaan bibit/DOD dan itik dara/pullet oleh para peternak. Disamping itu merebaknya usaha kuliner berbahan dasar olahan bebek menjadikan semakin tingginya permintaan masyarakat. Beberapa jenis itik yang dikenal di Indonesia diantaranya itik tegal, mojosari, alabio dan bali. Itik turi merupakan itik lokal asli dari Bantul yang banyak dikembangkan dan dibudidayakan di wilayah pantai selatan Kabupaten Bantul. Itik turi telah dibudidayakan secara turun temurun sehingga menjadi kekayaan sumber daya genetik (SDG) ternak lokal Indonesia. Hal ini telah diakui oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia nomor 665/Kpts/SR.120/6/2014 tanggal 4 Juni 2014 tentang penetapan rumpun itik turi. Penetapan rumpun itik turi akan memberikan dasar hukum bagi Kabupaten Bantul menjadikan itik turi sebagai aset daerah dan salah satu plasma nutfah ternak nasional yang sapat diarahkan secara jelas bagi upaya pemurnian, pelestarian, pengembangan, penyediaan bibit unggul dan pemanfaatannya secara berkelanjutan. Itik turi merupakan satu jenis itik petelur dan pedaging hasil keturunan persilangan itik lokal dengan itik impor, nama Turi sendiri berasal dari nama pasar desa di Kecamatan Bambanglipuro Bantul, dan terus menyebar ke berbagai wilayah DIY dan Jawa Tengah bagian selatan. Karakteristik itik turi adalah warna bulu itik jantan hitam di bagian leher dan coklat kehitaman dibagian tubuh sedangkan untuk itik betina coklat dibagian leher dan coklat muda serta lurik coklat di bagian tubuh. Kulit tubuh berwarna kemerah-merahan dengan kerabang telur berwarna hijau kebiruan. Bentuk badan seperti botol dengan posisi condong ke depan dan sifat kuantitatif diantaranya bobot badan 1,3–1,8 kg; bobot telur 66,4 ±0,9 g serta produksi telur 200-230 butir/tahun. Dari beberapa laporan penelitian itik turi memiliki beberapa keunggulan diantaranya : 1. Mudah beradaptasi dengan lingkungan (intensif/ekstensif) baik kandang atau digembalakan 2. Fertilitas telur lebih tinggi dibanding itik yang lain yaitu 75,915 ± 5,113% 3. Daya tetas telur juga lebih tinggi dibanding itik yang lain yaitu 71,350 ± 3,135% 4. Lama produksi bisa mencapai 2,5 tahun 5. Produksi telur bisa mencapai 70-85% dengan puncak mencapai 90-95% 6. Rata-rata konsumsi pakan itik turi dewasa denan berbagai level kandungan nutrisi ternyata lebih efisien yaitu sebesar 108,247 ± 1,449 gram/ekor/hari dibanding itik tegal yang mencapai 134,998 ± 3,861 gram/ekor/hari 7. Presentase karkas itik turi lebih tinggi dari jenis itik lainnya yaitu 67,20% dibanding itik tegal, itik magelang, mojosari, bali dan alabio masing-masing sebesar 65,60%; 61, 09%; 62,16%; 64,10%; dam 54,38% 8. Ketahanan hidup yang tinggi (resistensi) dan tahan berjalan jauh ke daerah lain untuk digembalakan mencari pakan (dari berbagai sumber - deSh)