Berita

WISMP II 2014

Jumat Legi, 6 Juni 2014 10:14 WIB 3419

Pengetahuan petani terhadap perubahan dan karakter iklim yang terjadi di daerahnya mutlak diperlukan. Dengan pengetahuan tentang iklim tersebut, diharapkan petani dapat memanfaatkan semaksimal mungkin untuk keperluan budidaya pangan yang dilakukannya. Sekolah Lapang Iklim merupakan sekolah lapang yang dilaksanakan dengan memberdayakan petani. Tujuannya agar petani memiliki kemampuan untuk membaca kondisi iklim berdasarkan kearifan lokal yang pada akhirnya mampu meningkatkan kemampuan menyiasati iklim yang erat kaitannya dengan keberlangsungan usaha tani yang dilakukannya. Kegiatan Sekolah Lapang Iklim tahun anggaran 2014 ini diterima oleh 4 GP3A di Kabupaten Bantul meliputi GP3A Dokaran dan GP3A Merdiko Kanan di Sewon, GP3A Sariharjo di Pandak dan GP3A Bangun Taman Tirto di Sewon. Sekolah lapang ini menghadirkan pemateri dari BMKG Yogyakarta, petugas POPT, fakultas Teknologi Pertanian UGM, Dinas SDA, PPL dan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul. Materi yang diberikan meliputi pengenalan unsur cuaca dan iklim; metode pengukuran/penghitungan curah hujan, kecepatan angin, kelembapan udara, tekanan udara, radiasi mendukung pertanian; prakiraan iklim dan agroklimat; pembentukan awan dan hujan; pengenalan alat ukur cuaca dan penakar hujan sederhana serta kalibrasinya. Selain itu dipelajari pula penggunaan informasi iklim untuk mengatur strategi pola tanam dan jadwal tanam; siklus hidrologi; neraca air lahan dan pemanfaatannya untuk menentukan kebutuhan air dan irigasi; pengenalan ekologi tanah dan identifikasi tanah yang sesuai untuk budidaya tanaman pangan dan lain sebagainya. SL-Iklim ini merupakan rangkaian kegiatan dari Program Peningkatan Ketahanan Pangan Pertanian/Perkebunan Kegiatan Pendampingan WISMP II (Water Resources and Irrigation Sector Management Program Phase II) Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul yang bersumber dari dana APBD Kabupaten tahun anggaran 2014 dan dilaksanakan pada bulan Mei – Juli tahun ini. Kegiatan lainnya meliputi kegiatan pelatihan penguatan kelembagaan P3A di 4 P3A meliputi P3A Rukun Lestari di Pajangan, P3A Tirtosari di Dlingo, P3A Karangtani di Piyungan dan P3A Sedyo Makmur di Sewon. Kegiatan legalisasi GP3A di notaris meliputi 3 GP3A yaitu GP3A Tirtomulyo, Sambeng, Jatimulyo, Dlingo; GP3A Dwi Tirto, Terong, Dlingo; dan GP3A Tani Mulyo, Karangasem, Srimartani, Piyungan. Selain itu dilaksanakan pula kegiatan pelatihan penggunaan dana investasi agribisnis yang diterima 16 GP3A di Kabupaten Bantul. Kegiatan pelatihan ini merupakan kegiatan awal dimana GP3A peserta merupakan kelompok yang akan menerima dana hibah investasi agribinsi di tahun 2015 mendatang sehingga mampu mempergunakan dana tersebut dengan baik dan sesuai tujuan. (deSh)