Berita

Optimasi 400 Hektar Lahan Sorghum di Bantul

Rabu Pahing, 27 Februari 2013 13:55 WIB 3102

Konsumsi Indonesia terhadap terigu yang tinggi dapat dilihat dari impor tepung terigu yang masuk sepanjang tahun 2012 mencapai 479,7 ribu ton dan biji gandum mencapai 6,3 juta ton. Pati sorghum yang memiliki kemiripan dengan terigu, menjadikan sorghum sebagai salah satu bahan alternatif pengganti terigu. Pengembangan sorghum secara nasional diharapkan mampu menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor gandum. Tahun 2013 ini melalui kegiatan Optimasi Lahan Tanaman Sorghum di Kabupaten Bantul, Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul yang bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian RI melaksanakan pengembangan tanaman sorghum seluas 400 Ha meliputi Kecamatan Pajangan, Imogiri, Sedayu, Pleret, Bambanglipuro, Dlingo, Srandakan, dan Kecamatan Pundong. Kegiatan yang melibatkan 19 kelompok yang tersebar di 8 kecamatan ini memberikan bantuan berupa dana bansos senilai Rp 2.100.000,-/Ha dengan sumber dana dari APBN. Hari Selasa (26/02) yang lalu diadakan pembukaan rekening kelompok tani penerima dana bansos pengembangan tanaman sorghum di Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul bekerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia Cabang Bantul. Pengembangan sorghum di tahun 2013 ini merupakan kegiatan lanjutan dari tahun 2012 lalu yang dilaksanakan di Ngentak dan Cangkring, Poncosari, Srandakan dengan luas 50 Ha. Menurut Kepala Seksi Pengelolaan Lahan dan Air, Bidang Sarana Prasarana dan Agribisnis Dipertahut M Arifin H. SP, rencana tanam untuk kegiatan pengembangan sorghum ini akan dilaksanakan sekitar bulan Maret, Juni, dan September tahun ini. Tanaman sorghum dipilih selain sebagai bahan pangan alternatif non beras dan gandum, juga bertujuan memanfaatkan lahan marjinal di Kabupaten Bantul. Lahan yang digunakan dalam pengembangan tanaman ini meliputi lahan marjinal, bantaran sungai, lahan pasir dan bawah tegakan. Dari aspek gizi, kandungan sorghum tidak banyak berbeda dengan bahan pangan lain seperti beras atau terigu. Kandungan krbohidrat sorghum sebesar 73,8% (beras 76 % dan terigu 77%), protein 9,8% (beras 8% dan terigu 12%). Selain itu sorghum memiliki kandungan gluten yang rendah dibanding terigu, dimana diketahui kelebihan mengkonsumsi gluten dapat menyebabkan autis pada anak (deSh – dari berbagai sumber).