Berita

Sekolah Lapang GAP Jamur Bantul

Selasa Pahing, 30 Oktober 2012 13:29 WIB 3481

Dewasa ini konsumen menuntut produk pertanian yang terjamin keamanan, mutu dan nilai gizinya. Sertifikasi merupakan penilaian yang diberikan kepada petani/pemilik kebun atas penilaian terhadap usaha tani yang dilakukan. Sertifikasi produk ada sebagai tanda pemenuhan persyaratan standar mutu dan keamanan pangan yang dewasa ini semakin ketat dan wajib diberlakukan di negara maju. Hasil penilaian ini salah satunya terwujud dalam sertifikasi Prima III dengan pengertian produk yang aman dikonsumsi. Sertifikat Prima III ini dikeluarkan oleh OKKPD (Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah) Dinas Pertanian Propinsi DIY. Untuk mencapai sertifikasi produk melalui tahapan-tahapan meliputi penerapan GAP, SOP, SLPHT dan registrasi lahan. GAP atau Good Agricultural Practices adalah sebagai panduan penerapan budidaya yang baik secara benar dan tepat. Rabu (24/10) Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul melaksanakan Sekolah Lapang (SL) GAP Jamur dengan total 20 orang dari perwakilan kelompok tani penerima bantuan sosial berupa bantuan modal dalam rangka pengembangan kawasan jamur tahun 2012 yang berasal dari dana Tugas Pembantuan Propinsi. Kelompok tani yang menerima bantuan modal pengembangan kawasan jamur ini meliputi : - Pesona Jamur, Klangon, Argosari, Sedayu - Mekar Harapan, Metes, Argorejo, Sedayu - Tuwuh Lestari, Surobayan, Argomulyo, Sedayu - KWT Sido Makmur, Ngaran, Gilangharjo, Pandak - KWT Sarwo Alami, Krapakan, Caturharjo, Pandak - KWT Kamasutra, Kaligondang, Sumbermulyo, Bambanglipuro - Al Barik, Widaran, Sidomulyo, Bambanglipuro - Maju Makmur, Dukuh, Guwosari, Pajangan Sekolah Lapang yang membahas pembuatan media dan cara budidaya jamur tiram, jenis-jenis hama dan penyakit pada jamur tiram serta metode pencegahannya, serta pencatatan GAP yang meliputi buku harian budidaya, catatan pembelian sarana budidaya, catatan panen dan penjualan hasil, dan rekap budidaya (format mengikuti SOP) ini menghadirkan narasumber dari Dipertahut Bantul, praktisi pembudidaya jamur dari Kelompok Tani Sedyo Lestari, Klangon, Argosari, Sedayu dan Petugas OPT Sedayu. Peserta SL melaksanakan praktek lapangan di KT Sedyo Lestari dan kunjungan ke KT Pesona Jamur, Klangon, Argosari, Sedayu untuk budidaya jamur dan Jejamuran di Niron, Pendowoharjo, Sleman untuk hasil pengolahan jamur. Di Kabupaten Bantul sendiri, komoditas bawang merah dari kelompok tani Ngudi Rejeki, Depok, Parangtritis, Kretek telah memperoleh Sertifikat Prima III . Sedangkan komoditas pisang oleh kelompok tani Sido Maju, Plebengan, Sidomulyo, Bambanglipuro yang telah melakukan registrasi kebun, baru dalam tahap pengajuan untuk memperoleh sertifikat Prima III. (deSh)